5.115 Pasang Pengantin Ikuti Nikah Massal

Reporter : Eko Huda S
Rabu, 28 Januari 2015 18:01
5.115 Pasang Pengantin Ikuti Nikah Massal
Mereka berasal dari beragam latar belakang pekerjaan. Ada yang bekerja sebagai pemulung, buruh cuci atau pembantu rumah tangga, dengan pendapatan tidak lebih dari Rp 1.000.000 perbulan.

Dream - Sebanyak 5.115 pasang pengantin mengikuti pernikahan massal gratis di Istora Senayan, Jakarta, Rabu 28 Januari 2015. Para pengantin itu berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Mereka tidak memiliki identitas diri.

“ Dengan memiliki surat nikah, maka anak-anak mereka akan memiliki akte kelahiran. Dan dengan akte kelahiran, anak-anak mereka tercatat sebagai warga negara dan kemudian bisa mendapatkan KTP,” kata ketua panitia nikah massal, Y.W. Junardy.

Menurut Junardy, para peserta nikah massal ini berasal dari keluarga prasejahtera yang tidak memiliki identitas diri, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Mereka berasal dari beragam latar belakang pekerjaan. Ada yang bekerja sebagai pemulung, buruh cuci atau pembantu rumah tangga, dengan pendapatan tidak lebih dari Rp 1.000.000 perbulan.

Acara “ Resepsi Pernikahan Massal 5.115 Pasang Pengantin Warga Jabodetabek” ini merupakan hasil kerja sama antara beberapa pihak, sepeti Pemprov DKI Jakarta, TNI Angkatan Darat, Indonesia Global Compact Network, Pundi Amal SCTV, Rajawali Foundation, Rajawali Televisi, dan Indosiar.

Para peserta telah melaksanakan proses pernikahan secara bertahap, sejak September 2014. Program ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang telah sukses dilaksanakan pada tahun 2011 dengan peserta 4.551 pasang pengantin. Penyelenggaraan kali ini cukup unik, sebab para pengantin diarak menggunakan panser TNI AD.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengatakan, program nikah massal seperti ini harus didukung untuk memenuhi Hak Asasi Manusia, terutama kepemilikan identitas bagi warga negara Indonesia.

“ Perkawinan harus disahkan oleh negara agar negara dapat melindungi perkawinan tersebut dan memberikan fasilitas bagi warganya,” tutur pria yang karib disapa Ahok itu.  Baca Juga: Nikah Massal, 5.115 Pasang Pengantin Diarak Panser TNI Kecanduan Tidur, Suami Digugat Cerai Istri Ulama Pakistan: Perceraian Bertentangan dengan Islam Batal Nikah Gara-gara Nama Pengantin Wanita Seperti Pria Disebut Perawan Tua, Samah Keliling Kota Pakai Gaun Pengantin Diselingkuhi, Istri Jual Murah Porsche Suami Istri Dilarang Tidur dengan Suami Berpikiran Mesum

Beri Komentar