Ada Mantra dan Kemenyan, Kematian Keluarga Kalideres Berkaitan dengan Ritual

Reporter : Nabila Hanum
Rabu, 30 November 2022 12:00
Ada Mantra dan Kemenyan, Kematian Keluarga Kalideres Berkaitan dengan Ritual
"Salah satu keluarga yang dominan, yang mengarah kepada almarhum Budyanto, bahwa yang bersangkutann memiliki sikap positif terhadap aktivitas ritual tertentu," kata Hengki

Dream - Polda Metro Jaya mengungkapkan fakta baru terkait tewasnya satu keluarga di sebuah rumah di kawasan Kalideres, Jakarta Barat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi, mengatakan, salah satu dari keempat korban, Budyanto Gunawan, terindikasi aktif melakukan aktivitas ritual.

" Salah satu keluarga yang dominan, yang mengarah kepada almarhum Budyanto, bahwa yang bersangkutann memiliki sikap positif terhadap aktivitas ritual tertentu," kata Hengki, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 30 November 2022.

1 dari 6 halaman

Menurut Hengki, kepercayaan di keluarga tersebut melakukan ritual agar membuat kondisi menjadi lebih baik.

" Hal ini mengakibatkan adanya suatu kepercayaan dalam keluarga tersebut bahwa upaya untuk membuat kondisi lebih baik atau mengatasi masalah yang terjadi dalam keluarga, dilakukan melalui ritual tertentu," ucapnya.

Hengki belum menjelaskan secara gamblang jenis ritual yang dilakukan oleh Budyanto semasa hidup. Namun, ketiga korban lainnya Rudyanto Gunawan, K. Margaretha Gunawan, dan Dian, terpengaruh mengikuti jejak Budyanto.

2 dari 6 halaman

" Hal ini mengakibatkan adanya suatu belief dalam keluarga tersebut bahwa upaya untuk membuat kondisi lebih baik atau mengatasi masalah yang terjadi dalam keluarga, dilakukan melalui ritual tertentu," ujarnya.

Polisi juga menemukan buku-buku lintas agama, mantra, dan kemenyan, di lokasi kejadian. Diduga, buku mantra hingga kemenyan itu berkaitan dengan ritual yang kerap dilakukan oleh Budiyanto.

Hengki menyebut bakal melibatkan pakar atau ahli sosiologi agama untuk mendalami lebih lanjut terkait temuan-temuan tersebut.

" Kami akan mengundang ahli sosiologi agama, untuk melakukan Analisa lebih lanjut terhadap tulisan yang ada di dalam buku, serta hubungannya dengan temuan jejak benda-benda di TKP," ujar dia.

3 dari 6 halaman

Babak Baru Keluarga Tewas di Kalideres: Jasad Anak Peluk Guling hingga si Ibu Jadi Mumi

Dream - Kasus kematian misterius satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat, masih belum terpecahkan. Namun, kini polisi menemukan sejumlah dugaan baru, di antaranya terkait waktu kematian Dian, anak terakhir keluarga itu.

Korban meninggal yang ditemukan di Perumahan Citra pada Kamis 10 November 2022 itu terdiri dari Rudyanto Gunawan (71). , yang ditemukan dalam posisi terbaring di atas kasur di kamar belakang.

Kemudian istrinya, Reni Margaretha (68), berada di kamar depan dalam posisi terbaring. Di kamar yang sama juga ditemukan jasad anak mereka, Dian (40), yang tergelatak di lantai.

Terakhir, ada ipar Rudyanto, Budyanto Gunawan, yang ditemukan dalam posisi terlentang di sofa ruang tamu.

Berikut temuan terbaru kasus kematian satu keluarga di Kalideres:

4 dari 6 halaman

Jasad Ibu Dimumifikasi

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi, mengatakan, Margaretha telah mengalami mumifikasi. Di sampingnya, polisi menemukan jenazah sang anak, Dian. Keduanya disebut dalam kondisi terawat.

Dia mengatakan, korban Dian ditemukan meninggal di dalam kamar. Posisinya berada dekat dengan jasad ibunda.

" Ibunya sudah terjadi mumifikasi, namun terlihat terawat. Maksudnya alas tidurnya rapi, kasurnya rapi. Ada kain di bawah jenazah ibunya," kata Hengki.

5 dari 6 halaman

Jasad Anak Peluk Guling

Hengki menambahkan, alas tidur yang dipakai oleh Margaretha dan Dian ditemukan dalam kondisi rapi. Dalam proses evakuasi, Dian ditemukan memeluk guling di sebelah jasad ibu.

" Dan kamar dikunci dari dalam," ujar Hengki.

6 dari 6 halaman

Anak Meninggal Terakhir

Berdasarkan temuan penyidik kepolisian terkait waktu kematian, diduga Dian yang terakhir meninggal dunia.

" Dugaan kuat yang meninggal terakhir adalah Dian, putri dari Rudyanto Gunawan dan K. Margaretha Gunawan," kata Hengki.

Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar