Amoun Haji (Foto: Deccan Chronicle Via Facebook)
Dream - Amou Haji, pria yang dijuluki sebagai “ pria terkotor di dunia” dikabarkan meninggal dunia pada Minggu, 23 Oktober 2022 di usia 94 tahun.
Kantor berita IRNA melaporkan, Amou Haji meninggal di desa Dejgah, provinsi Fars, Iran selatan. Julukan sebagai manusia terkotor dilandasi dengan alasan karena dia tak pernah mandi selama beberapa dekade, lebih tepatnya 60 tahun.
Kakek tua yang dikatakan masih lajang itu berdalih menghindari mandi karena takut sakit. Kisah hidupnya yang menarik bahkan sempat dibuat film dokumenter berjudul " The Strange Life of Amou Haji" pada 2013.
“ Tetapi untuk pertama kalinya beberapa bulan yang lalu, penduduk desa membawanya ke kamar mandi untuk mencuci,” demikian dilaporkan lapor IRNA, dikutip dari Alarabiya News.
Melansir Deccan Chronicle, Haji mengklaim bahwa kebersihan menyebabkan munculnya penyakit, karena itulah dia membenci mandi. Dia juga jijik terhadap makanan sehat yang segar dan air minum yang bersih.
Semasa hidupnya, pipa rokoknya juga diisi dengan kotoran hewan, bukan tembakau. Makanan favoritnya adalah daging busuk dari hewan mati terkhusus adalah landak.
Pada 2014, dia mencatatkan rekor sebagai manusia yang paling lama tidak mandi. Sebelumnya rekor tersebut dipegang oleh warga India berusia 66 tahun, Kailash Singh, yang tidak mandi selama 38 tahun, menurut sebuah laporan dari media Iran, The Tehran Times.
Dream - Rumah kotor pasti menimbulkan kesan horor dan membuat penghuni gak betah. Sedangkan tamu yang berkunjung mungkin akan buru-buru meninggalkan rumah tersebut.
Meski semua orang sudah tahu pentingnya menjaga kebersihan, tetap saja ada beberapa pemilik rumah yang tak ambil peduli dengan gal itu. Entah karena alasan malas atau memang memiliki kebiasaan yang jorok.
Seperti salah satu rumah yang berada di Melaka, Malaysia berikut ini.
© © dream.co.id
Rumah itu tengah menjadi perbincangan warganet di dunia maya. Bagaimana tidak, rumah yang dihuni 11 orang itu sangat kotor dan berantakan, bahkan terlihat seperti tak berpenghuni.
Menurut pengakuan salah satu pemilik rumah Siti Norenliriana Mohd Fakeri, rumah itu berantakan karena kurangnya kerjasama antar penghuninya, terlebih keluarganya dan saudara suaminya.
" Saya telah tinggal di rumah ini selama 3 tahun terakhir setelah pindah dari tempat sewaan di Limbongan. Meski ada 11 orang yang tinggal di sini, setiap orang tidak saling menghargai sehingga saya terlalu lelah untuk membersihkannya sendirian," kata Siti seperti dikutip Dream dari mynewshub.cc.
Dilihat dari keadaan rumah, salah satu ruangan yang paling membuat ilfeel adalah dapur. Piring kotor, sampah, bahkan cucian kotor yang telah mengering dan membusuk menumpuk tak beraturan di ruangan ini.
© © dream.co.id
Siti mengaku biaya hidup yang didapat dari Departemen Kesejahteraan dan dari suami yang bekerja sebagai kuli di pasar umum hanya Rp 5,8 juta per bulan.
Biaya itu hanya cukup untuk membiayai kelima anaknya. Siti memang mempunyai impian untuk mendapatkan rumah yang lebih baik untuk anak-anaknya.
Namun, putri terakhirnya yang masih berusia 5 bulan membatasi pergerakannya untuk bekerja lebih.
Karena rumahnya yang penuh dengan sampah, Siti kini tidak dapat lagi memasak. Sekarang ia hanya bergantung pada suaminya untuk membeli makan di luar.
Mereka pun hanya membeli makan sehari sekali untuk menghemat uang.
Situasi mengerikan ini ternyata diperhatikan oleh guru anaknya yang kemudian memberitahu Dinas Pelayanan Masyarakat dan Pemerintahan Melaka.
Pihak berwewang kemudian segera bertindak dengan membersihkan rumah itu.
Untuk rumah yang ditempati 11 orang, memang tidak bisa hanya mengandalkan satu orang untuk membersihkan.
(mynewshub.cc)