Anies Baswedan Bertemu Imam Besar Masjid Nabawi (istimewa)
Dream - Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan, mendapat undangan berbincang dari Imam Besar Masjid Nabawi, Syeikh Sholah al Budair, pada Selasa kemarin. Undangan tersebut langsung disampaikan sang Imam begitu mengetahui Anies sedang berada di Madinah.
Juru bicara Anies-Sandi, Naufal Firman Yusak, mengatakan, Anies cukup beruntung bisa bertemu dengan Syeikh Al Budair. Sebab, tidak semua orang bisa bertemu dengan Sang Imam Besar.
" Bahkan bila ada tamu dari luar datang, meski menteri sekalipun, jarang diterima oleh Imam Besar," ujar Naufal.
Undangan tersebut dapat dikatakan istimewa, karena langsung disampaikan begitu sang Imam Besar tahu Anies sedang di Madinah. " Hal ini jarang terjadi," ucap Naufal.
Pertemuan itu berlangsung di lantai 3 kantor pengurus yang berada di tengah-tengah kompleks Masjid Nabawi. Dari ruangan tersebut, seluruh bangunan masjid yang dibangun pada tahun 622 Masehi itu bisa terlihat.
Pertemuan tersebut berlangsung sangat hangat dan bersahabat. Banyak hal menjadi bahan pembahasan dalam pertemuan itu, seperti kondisi umat Islam di dunia dan apa yang terjadi di Indonesia.
" Beliau tampak sangat memperhatikan kondisi di Indonesia," kata Naufal.
Syeikh Al Budair menutup pertemuan itu dengan doa bersama. Bahkan sang Imam Besar berjanji mendoakan Indonesia dalam qunut saat sholat Tarawih.
Siang hari sebelum bertemu dengan Syeikh Al Budair, Anies bersilaturahmi dengan empat muazin Masjid Nabawi. Mereka terkesima dengan Indonesia.
" Terutama dengan besarnya bangsa dan sebaran penduduk di kepulauan hingga menghasilkan keberagaman bahasa dan budaya yang luar biasa," kata dia.