Dream - Seorang bayi laki-laki berusia 6 bulan harus meregang nyawa hanya karena alasan sepele. Bayi itu meninggal lantaran menunggu petugas ambulans yang sedang makan siang.
Awalnya, bayi bernama Kyran Day tersebut didiagnosa mengidap gastroenteritis oleh dokter di sebuah rumah sakit di Australia. Tetapi, selama 20 jam setelah diperiksa oleh dokter tersebut, kondisi bayi itu tidak juga membaik.
Ternyata, diagnosa tersebut keliru dan bayi itu benar-benar mengidap infeksi usus. Dia harus segera dibawa ke rumah sakit anak Sidney menggunakan ambulans.
Orangtua bayi itu segera menghubungi rumah sakit agar mengirimkan ambulans. Namun ambulans pertama harus dibatalkan lantaran petugas tengah makan siang.
Mereka lalu kembali memesan ambulans. Lagi-lagi pemesanan itu gagal lantaran ambulans yang akan dikirim tengah membawa pasien dan kru mengatakan butuh makan sebelum berkendara selama dua jam menuju Sidney.
Akhirnya, masalah kembali muncul saat ambulans membawa bayi tersebut. Di tengah jalan, bayi tersebut harus dialihkan ke ambulans lain lantaran tidak bisa bernapas dengan benar. Ini terjadi dalam kurun waktu empat jam sebelum bayi itu menjalani operasi.
Sesampai di rumah sakit, bayi itu segera dioperasi. Sayangnya, dia meninggal lantaran otaknya kekurangan oksigen.
Insiden ini terjadi pada 2013 dan ramai menjadi perbincangan di media sosial. Hingga saat ini, orangtua si bayi itu terus menuntut keadilan.
Sumber: emirates247.com
Advertisement

Cerita Panji: Kisah Cinta dari Jawa yang Menjelma Jadi Dongeng di Seluruh Asia Tenggara

Berat Badan Rata-Rata Bayi per Bulan: Panduan Grafik dan Perkembangannya yang Harus Diketahui

Cara Mengurangi Kebiasaan Jajan pada Anak dan Mulai Mengajari Cara Mengatur Keuangan



Punya Badan Sebesar Beruang, Benarkah Panda Hanya Makan Bambu?

Deretan Musisi Luar Negeri yang Akan Mengunjungi Indonesia pada Agustus 2026