Bacaan Ijab Kabul Bahasa Indonesia, Lengkap dengan Ucapan Tawkil Wali

Reporter : Arini Saadah
Kamis, 18 Agustus 2022 14:01
Bacaan Ijab Kabul Bahasa Indonesia, Lengkap dengan Ucapan Tawkil Wali
Bacaan ijab kabul pernikahan dalam Islam.

Dream - Ijab kabul pernikahan merupakan salah satu momen yang menandakan seorang pria dan wanita memulai kehidupan baru dalam sebuah rumah tangga. Semua pasangan harus melewati rukun nikah ini saat melangsungkan pernikahan sesuai syariat Islam.

Bacaan ijab kabul merupakan kunci yang menghalalkan hubungan laki-laki dan perempuan. Dari pihak perempuan, seorang wali mempelai akan mengucapkan bacaan ijab. Selanjutnya, penyerahan mempelai wanita itu disambut mempelai laki-laki dengan mengucapkan bacaan kabul nikah.

Dalam Bahasa Arab, ijab artinya ucapan penyerahan yang dibaca oleh wali mempelai perempuan sebagai penyerahan kepaca calon suami. Sedangkan istilah kabul yang dibacakan saat akad nikah dalam bahasa Arab memiliki arti ucapan pengantin laki-laki sebagai tanda penerimaan dari penyerahan wali perempuan.

Ijab kabul bisa diucapkan dengan Bahasa Arab maupun Bahasa Indonesia. Lantas bagaimana bacaan ijab kabul Bahasa Indonesia? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

1 dari 4 halaman

Syarat Sah Ijab Kabul

Saat melaksanakan ijab kabul, ada beberapa syarat sah yang harus dipenuhi. Meskipun bisa diucapkan dalam berbagai bahasa, namun tetap harus memenuhi tiga syarat berikut ini:

  1. Terdapat pengucapan 'aku nikahkan' atau 'kami nikahkan' sebagai ketetapan. Kata ini diucapkan oleh wali dari mempelai perempuan sebagai tanda penyerahan pihak perempuan kepada calon suami.
  2. Penyebutan nama mempelai laki-laki dan perempuan yang dinikahkan.
  3. Penyebutan mahar yang diberikan dari mempelai laki-laki untuk mempelai perempuan.

Setelah selesai pengucapan ijab oleh wali nikah, kemudian diteruskan dengan pengucapan kabul oleh mempelai laki-laki. Menurut para ulama, lafal kabul yang sah sebenarnya cukup dengan mengatakan " saya terima nikahnya" .

Kendati demikian, sebaiknya dibaca lebih lengkap dengan menyebutkan nama mempelai perempuan beserta jumlah mahar yang diberikan.

2 dari 4 halaman

Bacaan Ijab Kabul Bahasa Indonesia

Bacaan Ijab Latin

Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti (nama mempelai perempuan) alal mahri (sebut mahar) hallan

Arti Bacaan Ijab

" Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu, puteriku (sebut nama mempelai perempuan) dengan mahar (sebutkan mahar) dibayar tunai."

 

Bacaan Kabul Latin

Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq

Arti Bacaan Kabul

" Saya terima nikah dan kawinnya dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah."

3 dari 4 halaman

Bacaan Tawkil Wali

Sebaiknya bacaan ijab diucapkan oleh wali perempuan, seperti ayah atau paman. Akan tetapi banyak pula kaum Muslim yang menyerahkan wali nikah kepada orang lain yang tidak memiliki hubungan darah. Biasanya dilakukan oleh petugas Kantor Urusan Agama (KUA) atau yang dinamakan naib atau wali nikah.

Nah jika akad nikah diwakilkan atau diserahkan kepada wali hakim atau naib, maka harus ada sighot taukil (ungkapan pasrah wakil) dari wali ke naib dengan membaca:

1. Dari Ayah Kandung Mempelai Perempuan

Apabila 'akad nikah itu diwakilkan atau diserahkan pada orang lain, maka harus ada shighot taukil (ungkapan pasrah wakil) dari sang wali dengan membaca:

Bacaan tawkil wali dari wali berupa ayah kandung mempelai perempuan kepada orang yang dipasrahi:

“ Saudara (sebut nama orang yang mau mewakili), saya mewakilkan kepada Anda untuk menikahkan anak perempuan saya (sebut nama pengantin perempuan) dengan Saudara (sebut nama pengantin laki-laki) bin (sebut nama bapak pengantin laki-laki) dengan maskawin (sebutkan jenis dan nominal maskawinnya) dibayar tunai.”

Contoh:

“ Saudara Muhammad Fatah, saya mewakilkan kepada Anda untuk menikahkan anak perempuan saya Ameena Husna Tsamara dengan saudara Amani Chandra Dhana dengan mas kawin uang lima juta rupiah dibayar tunai.”

2. Dari Wali Bukan Ayah Kandung Mempelai Perempuan

Sementara itu, apabila wali yang menyerahkan kepada wakil bukanlah ayah kandung mempelai perempuan, maka bacaan kalimat tawkil adalah sebagai berikut:

“ Saudara (sebut nama orang yang mau mewakili) saya mewakilkan kepada Anda untuk menikahkan cucu/ saudara perempuan/keponakan/saudara sepupu (pilih salah satu hubungan antara pengantin perempuan dengan wali) saya (sebut nama pengantin perempuan) binti (sebut nama ayah pengantin perempuan) dengan saudara (sebut nama pengantin laki-laki) bin (sebut nama ayah pengantin laki-laki) dengan mas kawin (sebutkan jenis dan nominal mas kawinnya) dibayar tunai.”

Contoh:

“ Saudara Muhammad Fatah, saya mewakilkan kepada Anda untuk menikahkan saudara perempuan saya Ameena Husna Tsamara binti Darmanto dengan saudara Amani Chandra Dhana bin Ibnu Ramlan dengan mas kawin uang lima juta rupiah dibayar tunai.”

Kemudian orang yang dipasrahi untuk menikahkan mengatakan:

" Saya terima perwakilanmu untuk menikahkan anak perempuanmu dengan (...) Sebagai calon suami, dengan mahar yang telah disebutkan"

4 dari 4 halaman

Bacaan Ijab Kabul Bahasa Indonesia dengan Wali yang Ditunjuk

Usai akad memasrahkan dari pihak wali mempelai perempuan kepada wali hakim atau naib, maka wali nikah dapat menikahkan calon pengantin.

Berikut bacaan ijab kabul Bahasa Indonesia dari orang yang ditunjuk untuk menikahkan:

" Saya nikahkan dan saya kawinkan kamu dengan (sebut mempelai perempuan), anak perempuan dari (sebut nama ayah kandung mempelai perempuan) sebagai orang yang mewakilkan kepadaku, dengan mahar lima juta rupiah dibayar tunai."

Selanjutnya mempelai laki-laki menjawab dengan mengucapkan:

" Saya terima nikah dan kawinnya dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah."

Beri Komentar