Pria Ini Ditangkap Petugas Perbatasan Karena Membawa Uang Senilai Ratusan Juta Rupiah. (Sumber: Shanghaiist)
Dream - Pria bayuh paya dari Shenzen, China dicekal polisi ketika hendak memasuki Hong Kong. Dia kedapatan membawa uang tunai ratusan juta rupiah.
Dilansir dari Shanghaiist, Kamis 9 Juni 2016, petugas perbatasan melihat pria tersebut mengenakan jaket, padahal hari itu sedang terik. Pria ini juga sering melirik ke petugas itu. Merasa curiga, petugas memeriksa pria ini dengan scanner.
Alat pemindai pun berbunyi. Ketika baju pria paruh baya ini dibuka, petugas menemukan banyak uang yang sengaja diselipkan di perut pria tersebut. Uang-uang ini ditaruh di kantung buatan yang sengaja dililitkan di pinggang pelaku.
Jumlah uang tunai yang didapat pria paruh baya ini cukup fantastis, yaitu sebesar US$74 ribu atau sebesar Rp979,21 juta.
Menurut aturan di Tiongkok, maksimal uang tunai yang boleh dibawa ke luar Tiongkok sebesar US$5 ribu atau Rp66,16 juta. Lebih dari itu, yang bersangkutan harus mengantongi sertifikat bank yang dikeluarkan oleh otoritas. Sertifikat inilah yang tidak dimiliki pria paruh baya ini.
Otoritas Hong Kong selalu waspada terhadap penyelundup. Terkadang, mereka menyelundupkan rokok lewat sofa atau gading gajah yang diselundupkan di dalam pakaian.
Advertisement
Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Mengapa Kaki Kecil Pernah Dianggap Cantik di China? Sejarah Tradisi Ikat Kaki yang Menyakitkan

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah