Bikin Riuh, Jokowi Sebut `Kelebihannya` Dibanding Barack Obama

Reporter : Idho Rahaldi
Rabu, 12 September 2018 12:00
Bikin Riuh, Jokowi Sebut `Kelebihannya` Dibanding Barack Obama
Jokowi berbicara di depan mahasiswa Hankuk University of Foreign Studies yang pernah didatangi presiden AS Barrack Obama, Michael Gorbachev, dan sekjen PBB Ban Ki-Moon

Dream - Presiden Joko Widodo tampil memikat saat memberikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) di Seoul, Korea Selatan, Selasa 11 September 2018.

Di awal pidatonya, Jokowi menyatakan sudah banyak pembicara besar yang juga pernah menyampaikan kuliah umum di universitas tersebut.

" Saya tahu sudah banyak pembicara yang sangat terhormat hadir di HUFS ini. Ada Presiden Barack Obama, ada Presiden Gorbachev, ada Sekjen PBB Ban Ki-moon. Pernah berbicara di sini, memberikan sambutan di Hankuk University," kata Presiden Jokowi seperti dilansir dream dari setkab.go.id.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram

Hari ketiga di Korea Selatan, saya datang untuk memberikan kuliah umum di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), Seoul, Selasa kemarin. Saya merasa terhormat diundang ke kampus yang juga pernah menghadirkan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Presiden Uni Sovyet Mikhail Gorbachev, hingga Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon untuk berbicara di atas podium ini. Ruangan untuk kuliah umum penuh oleh mahasiswa, sampai-sampai sebagian dari mereka terpaksa duduk lesehan di karpet ruangan. Ada sejumlah topik yang saya sampaikan dalam kuliah umum itu, dari soal Asian Games 2018 yang baru berlalu, keikutsertaan kontingen Korea Bersatu, soal populisme, proteksionisme, dan uni-lateralisme yang semakin meningkat di berbagai penjuru dunia, dan lain-lain. Saya juga mendapatkan kenang-kenangan dari Hankuk University of Foreign Studies berupa jaket almamater yang langsung saya kenakan ini.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Joko Widodo (@jokowi) pada

Suasana aula universitas tersebut semakin riuh tatkala Jokowi berusaha membandingkan kehadirannya dengan para pemimpin dunia tersebut. Sambil berkelakar, Jokowi mengaku punya kelebihan yang tak dimiliki para tamu khusus universitas tersebut. 

" Tetapi dari mereka, tidak ada yang pernah meloncat di atas mobil dengan mengendarai sepeda motor," Lanjut Presiden Jokowi yang disambut gemuruh tepuk tangan para mahasiswa

Aksi yang dimaksud Jokowi adalah aksinya saat pembukaan Asian Games XVIII di Jakarta, 18 Agustus 2018 lalu.

1 dari 1 halaman

Diberi Tiga Opsi, Pilih yang Paling Ekstrem

Menurut penuturannya, aksi yang dilakukannya pada pembukaan Asian Games itu sudah dipersiapkan sejak satu setengah tahun lalu.

Awalnya, Presiden diberi tiga opsi oleh organizing committee Asian Games 2018. Pertama, biasa-biasa. Kedua, agak ekstrem, yang ketiga, ekstrem.

" Saya memilih yang ketiga yang ekstrem yaitu naik sepeda motor," ujar Presiden Jokowi yang lagi-lagi disambut tepuk tangan ratusan mahasiswa yang hadir di acara tersebut.

Selain itu, Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo juga bercerita mengenai kunjungannya ke lokasi penampungan pengungsi etnis Rohingya dari Rakhine State, Myanmar, di Kamp Jamtoli, Sub Distrik Ukhiya, Cox’s Bazar, Bangladesh, Januari 2018 lalu.

Tak lupa ia juga menyampaikan menyampaikan pandangannya mengenai proses perdamaian di Semenanjung Korea.

Usai menyelesaikan kuliah umum, Presiden Jokowi menerima jaket perguruan tinggi itu yang bertuliskan UHFS. Dan sebelum meninggalkan tempat kuliah umum, Presiden Jokowi didaulat untuk berfoto bersama para mahasiswa.

Presiden beserta rombongan meninggalkan Hankuk University menuju pangkalan udara Seoul Air Base menggunakan pesawat kepresidenan 1 pada pukul 12.30 waktu setempat untuk melanjutkan kunjungan kenegaraannya ke Vietnam guna menghadiri World Economic Forum (WEF) of ASEAN.

(setkab.go.id)

Beri Komentar