Orang Berdoa Di Masjidil Haram (Wikipedia)
Dream - Bagi sebagian muslim --terutama yang mampu-- pergi ke Tanah Suci bisa dilakukan berulang kali. Tak hanya sekedar beribadah, baik umrah maupun haji, mereka bahkan meluangkan waktu berlibur di bumi Mekah itu.
Lihatlah Lihannad Borhan. Warga Malaysia yang juga seorang asisten profesor psikologi di Universitas Islam Internasional itu mengaku telah tiga kali ke Mekah. Dia bahkan berencana untuk kembali lagi.
Dia mengaku mencari kepuasan spiritual dengan berkunjung ke Tanah Suci ini. " Bagi saya, ini adalah pemurnian diri dan kepuasan spiritual," ujar Borhan dikutip Dream dari Arab News, Kamis 29 Mei 2014.
" Saya terakhir datang ke Mekah enam tahun lalu untuk melakukan ibadah haji. Sejak saat itu hingga kini, banyak yang telah terjadi dalam hidup saya dan saya ingin kembali untuk menyegarkan dan menguatkan iman saya. Saya merasakan nikmat batin ketika menghabiskan liburan saya di sekitar Kabah," imbuh dia.
Bohan sebenarnya ketar-ketir dengan penyebaran virus Corona penyebab flu Arab alias MERS di Saudi. Namun itu tidak sampai menyurutkan niatnya untuk melakukan ibadah ke Kabah. " Terus terang, saya agak cemas akan bahaya yang ditimbulkan oleh MERS Coronavirus, seperti kebanyakan jamaah lain," tutur dia.
" Tapi saya sudah melakukan tindakan pencegahan terhadap penyakit. Sisanya saya serahkan saja kepada Allah. Saya tahu banyak orang Malaysia yang membatalkan perjalanan umrah karena takut MERS," tambah Borhan.
Borhan mengatakan perjalanan umrahnya kali ini tak mengalami kendala. Hanya masalah visa yang menjadi sedikit halangan, namun bisa segera diatasi. " Kami melihat kerumunan haji di sini dan ini indah sekali," ucap dia.
Kali ini Borhan datang ke Mekah dengan didampingi suaminya yang seorang arsitek, Mohammed Rozi. Selain itu ada pula ibu mertuanya. Bagi Borhan, setiap orang datang ke Mekah dengan berbagai macam pikiran di benak mereka. Namun mereka selalu kembali dengan pengalaman baru yang tak terlupakan.
" Inilah keindahan haji dan umrah. Ibu mertua saya datang ke Mekah setelah kematian suaminya, baginya ini adalah bagian dari proses berduka yang dialaminya. Dengan datang ke sini, dia mendapat kepuasan mental tersendiri. Kami merasa Allah tidak pernah melupakan kami," ujar dia.
Menurut dia, datang ke Mekah serasa berada di tempat yang terbaik di dunia. " Beberapa orang berpikir bahwa mereka tidak cukup saleh untuk datang ke tempat suci ini, sementara yang lain berpikir bahwa orang yang datang ke sini hanya untuk berlibur. Itu semua tergantung pada niat," kata Borhan.