Biar Mirip Oppa Korea, Kuat Ma'ruf Pamer 'Finger Heart' di Ruang Sidang

Reporter : Nabila Hanum
Senin, 5 Desember 2022 11:30
Biar Mirip Oppa Korea, Kuat Ma'ruf Pamer 'Finger Heart' di Ruang Sidang
Saat pengunjung meneriakkan nama Kuat, terlihat dia lalu menoleh ke arah pengunjung sambil melempar finger heart ala Korea.

Dream - Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Kuat Ma'ruf, memamerkan love sign finger heart ala Korea ke pengunjung sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 5 Desember 2022.

Sebelumnya, Bripka Ricky Rizal dan Bharada E sudah lebih dulu memasuki ruang sidang. Berbeda dengan Kuat, Bripka Ricky dan Bharada E tampak langsung duduk dan tidak menengok ke arah awak media.

Pengunjung sidang tampak riuh memanggil nama Bharada E dan Kuat Ma'ruf. Saat pengunjung meneriakkan nama Kuat, terlihat dia lalu menoleh ke arah pengunjung sambil melempar finger heart ala Korea.

Biar Mirip Oppa Korea, Kuat Maruf Pamer 'Finger Heart' di Ruang Sidang© Youtube

1 dari 8 halaman

Ketiga terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J itu hari ini kompak mengenakan kemeja berwarna putih.

Tidak hanya itu, Ricky Rizal juga akan memberikan keterangan sebagai saksi untuk terdakwa Kuat Ma'ruf. Begitu pun sebaliknya, Kuat juga akan menjadi saksi untuk terdakwa Ricky Rizal.

 

2 dari 8 halaman

Bharada E Blak-blakan Soal Kedekatan Putri Candrawathi dan Brigadir J: Sering Tukeran HP hingga Pergi Berdua

Dream - Kedekatan Putri Candrawathi dengan Brigadir J menjadi teka-teki selama perjalanan kasus pembunuhan mantan ajudan Ferdy Sambo itu.

Brigadir J merupakan ajudan Ferdy Sambo yang ditugaskan mendampingi Putri. Di sisi lain, Putri sempat menegaskan bahwa Brigadir J bukanlah ajudannya.

Teka-teki itu kembali muncul saat terkuaknya fakta dalam persidangan. Bharada E alias Richard Eliezer mengungkap bahwa ada handphone milik Putri yang ternyata dipegang oleh Brigadir J.

Hal itu terungkap saat Bharada E menjadi saksi kasus pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf, Rabu 30 November 2022.

Awalnya hakim bertanya berapa handphone yang dimiliki Brigadir J.

3 dari 8 halaman

Tukeran HP

" Berapa hp yang dipegang Yosua?," tanya hakim di PN Jaksel.

" Setahu saya dua. Dua hp pribadinya almarhum, satu hp-nya ibu Putri kalau tidak salah," kata Bharada E.

" Bagaimana?," tanya hakim memastikan.

" Ada dua hp pribadinya almarhum, sama yang satu hp-nya ibu Putri Candrawathi," jawab Bharada E.

" Berarti tiga?," tanya hakim.

" Tiga, kalau untuk hp-nya pribadi dua," tambahnya.

Hakim pun mendalami soal hp Putri mengapa bisa dipegang oleh Brigadir J.

" Yang satu dikasih Putri Candrawathi?," tanya hakim.

" Saya tidak tahu juga kenapa, tapi itu hp-nya Bu Putri Candrawathi, cuma diberikan untuk almarhum," kata Bharada E.

4 dari 8 halaman

" Tahu dari mana?," timpal hakim.

" Bang Yos yang bilang," ujarnya.

" Saat di Magelang, ketiganya dibawa?" tanya hakim.

" Kalau di Magelang saya cuma lihat biasanya dua yang dipegang itu, yang satu terakhir hp ibu Putri Candrawathi itu dipakai putar lagu waktu dari Magelang sampai di Jakarta," katanya.

" HP Putri Candrawathi kan dipegang Yosua? Ini sudah dipegang Putri Candrawathi lagi?" tanya hakim menegaskan.

5 dari 8 halaman

" Iya waktu di Magelang saya lihat hp itu dipakai untuk putar lagu," jawab Bharada E

" Dipegang Putri Candrawathi?," tanya hakim.

" Ibu Putri Candrawathi," kata Bharada E.

Hakim pun merasa heran, mengapa Brigadir J bisa memegang hp Putri Candrawathi.

" Antara Yosua dan Putri Candrawathi bisa bertukar hp gitu?" tanya hakim.

" Saya tidak tahu," jawab Bharada E

" Tukar nomor sudah biasa. Ini bertukar hp, lebih sering dibawa Putri Candrawathi apa Yosua (hp-nya)?" tanya hakim.

" Setahu saya Yosua," kata Bharada E.

6 dari 8 halaman

Sering Pergi Berdua

Dalam kesaksiannya, Bharada E juga mengungkap jika Putri dan Brigadir J cukup sering pergi berdua tanpa didampingi ajudan lain.

Awalnya hakim mencecar Bharada E tentang tugas Brigadir J selama ini yang sebelumnya sempat disebut Putri hanya merupakan driver. Secara tegas, ia menjawab Brigadir J juga bertugas sebagai ajudan Putri.

" Korban ini sebagai ajudan atau sebagai driver?" tanya hakim.

" Merangkap yang mulia," tutur Bharada E

" Tidak ada driver khusus saudara PC?" cecar hakim.

" Tidak ada yang mulia," ungkap Bharada E

" Jadi korban driver sekaligus ajudan?," tanya hakim lagi.

" Siap," jawabnya.

7 dari 8 halaman

Hakim kemudian menanyakan apakah Brigadir J dan Putri kerap bepergian berdua. Bharada E pun membenarkan hal tersebut.

" Jadi dalam kegiatan rutin sehari-harinya mereka berdua selalu pergi berdua saja?" tanya hakim.

" Siap," kata Bharada E

" Tidak ada orang lain yang mendampingi walaupun ada saudara?" cecar hakim.

" Tidak ada yang mulia," tegas Bharada E

8 dari 8 halaman

Sering Bercanda

Lebih lanjut, hakim bertanya mengenai seberapa dekat hubungan Brigadir J dengan Putri. Bharada E menuturkan keduanya memang terlihat suka saling bercanda.

" Kedekatan antara korban dengan PC seberapa dekat?" tanya hakim.

" Dekat yang mulia," tutur Bharada E

" Artinya suka bercanda saudara PC seperti itu?," tanya hakim lagi.

" Iya yang mulia," papar Bharada E

Beri Komentar