Bocah SD Tewas Setelah Dipukul Guru karena Tak Bisa Jawab 2 Soal Matematika

Reporter : Arini Saadah
Selasa, 22 September 2020 15:30
Bocah SD Tewas Setelah Dipukul Guru karena Tak Bisa Jawab 2 Soal Matematika
Bocah SD yang malang itu juga disuruh berlutut sambil dipukuli.

Dream – Bocah SD berusia 10 tahun secara tragis meninggal dunia karena dipukuli gurunya akibat tidak bisa menjawab soal matematika.

Bocah perempuan tersebut meninggal dunia di Kota Guangyuan, China Tengah. Menurut laporan laman Daily Star, bocah SD itu dipukuli dan diperintahkan berlutut selama empat menit. Diduga ia dipukuli oleh gurunya karena tidak bisa menjawab dua soal matematika dengan benar.

Bocah SD yang tewas itu diidentifikasi dengan nama keluarganya Zhang, merupakan salah satu murid di Sekolah Dasar di Kota Guangyuan.

1 dari 4 halaman

Dipukul dan Diminta Berlutut

Ilustrasi© SCTV/Newsflash/via Daily Star

Zhang menerima hukuman fisik dari gurunya yang diidentifikasi dengan nama keluarganya Wang pada 10 September 2020 lalu berdasarkan kutipan dari Kantor Berita Xinhua.

Ia dipukuli di bagian telapak tangannya sebanyak empat kali, kemudian diperintahkan berlutut selama empat menit, seperti laporan China Daily.

Tak lama setelah itu, Zhang merasa pusing lalu oleh nenek dan gurunya Zhang di bawa ke rumah sakit. Pada hari yang sama, Zhang dinyatakan meninggal dunia pada pukul 15.30 waktu setempat.

2 dari 4 halaman

Hukuman Fisik Sudah Biasa di China

Menurut laporan lain, telinga Zhang ditarik dan kepalanya juga dipukuli. Namun dokter tidak menemukan luka di bagian tubuh Zhang.

Pemerintah Kabupaten Cangxi telah membentuk gugus tugas untuk menangani kasus tersebut. Guru yang mengajar Zhang pun di skors dari pekerjaannya sekaligus kepala sekolahnya.

Ilustrasi© Pixabay

Nenek Zhang mengatakan cucunya tersebut mempunyai saudara kembar di kelas yang sama. Ia mengatakan Zhang hampir pingsan setelah dipukuli.

3 dari 4 halaman

Takut

Sang nenek juga menyebutkan bahwa Zhang sangat takut dengan guru matematikanya itu karena sering memberikan hukuman fisik kepada para murid.

Sementara itu di China tidak ada hukum yang menjatuhkan pidana kepada pelaku hukuman fisik. Sementara Kementerian Pendidikan dan Departemen Lokal hanya bisa memberikan arahan.

4 dari 4 halaman

Legalkan Hukuman Fisik

Tahun lalu pejabat di Provinsi Guandong Selatan mempertimbangkan untuk melegalkan hukuman yang fisik di sekolah yang biasa digunakan.

Hukuman fisik ini bisa berupa berdiri di depan kelas atau lari-lari kecil sebagai hukuman atas perilaku murid yang membuat onar, berisik, mencontek PR, mendorong temannya, dan melempar benda keras ke benda maupun temannya di sekolah.

Beri Komentar