Pemakaman Jenazah Covid-19 (Liputan6.com/Arfandi Ibrahim)
Dream - Sebanyak 15 warga Dusun Jati, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Penyebabnya, mereka membuka peti dan memandikan jenazah pasien Covid-19.
Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin, membenarkan hal ini. Dia menyatakan ada kesalahan prosedur dalam proses pemakaman salah satu pasien Covid-19..
" Ada jenazah salah satu warga pasien positif Covid-19 di Sidoarjo yang sampai rumah, kotak petinya dibuka," kata Syaifuddin, dikutip dari Merdeka.com.
Berdasarkan informasi yang dia dapat, Syaifuddin mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar dua pekan lalu dan sudah ditangani sesuai SOP Covid-19 oleh rumah sakit. Tetapi, sebelum dimakamkan, warga membawa jenazah tersebut ke rumah duka.
" Ketika di rumah kotak jenazah dibuka, malah kata Gubernur enggak hanya dibuka malah dimandikan, tapi saya enggak tahu ya, yang pasti dibuka. Jadi klasternya ya klaster meninggal itu," kata Syaifuddin.
Usai pemakaman, warga yang terlibat diminta menjalani rapid test.
" Setelah dilakukan rapid test Covid-19 ada 15 orang yang positif dan lainnya ada yang pasien dalam pengawasan (PDP)," ucap Syaifuddin.
Atas kejadian tersebut, pihaknya memperketat pengawasan di wilayah setempat. Termasuk juga melakukan tracing lebar-lebar kepada yang terlibat dalam aktivitas tersebut.
" Akan diperketat, apalagi wilayah tersebut merupakan zona merah dan harus dilakukan pengawasan ekstra. Ada tim khusus yang mengawasi tempat itu," kata Syaifuddin.
Kecamatan Waru tercatat ada 69 pasien positif Covid-19 setelah akhir pekan ini mendapatkan tambahan 11 orang.
Di Sidoarjo, pelanggar peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap dua dihukum menyapu dan menyanyikan lagu " Bagimu Negeri" di sekitar lokasi dapur umum Covid-19 di Mapolresta Sidoarjo.
Kabag Ops Polresta Sidoarjo, Kompol Mujito, mengatakan hukuman yang diberikan itu supaya para pelanggar mendapatkan efek jera.
" Para pelanggar ini adalah 110 orang yang terjaring dalam razia gabungan Sabtu (16 Mei 2020) malam. Mereka melanggar pemberlakuan jam malam PSBB," ujarnya.
Sumber: Merdeka.com/Erwin Yohanes
Dream - Sebanyak 123 jemaah sholat Tarawih di Masjid Al Ikhlas Bluru, Sidoarjo, Jawa Timur, menjalani rapid test atau tes cepat. Hasilnya, enam orang di antaranya dinyatakan reaktif.
" Hasilnya dari 123 orang yang dilakukan rapid test, enam orang di antaranya menunjukkan hasil reaktif yang terdiri dari empat orang pria dan dua perempuan," ujar Kapolres Kota Sidoarjo, Kombes Sumardji, dikutip dari Merdeka.com.
Sumardji mengatakan rapid test juga digelar di Masjid Baitul Syakur di Jalan Raya Tropodo, Waru. Ada 29 orang yang menjalani rapid test di masjid tersebut usai sholat Tarawih.
" Hasilnya, semua non-reaktif," kata dia.
Enam orang tersebut selanjutnya menjalani tes swab. Ini untuk memastikan apakah positif Covid-19 atau tidak.
Sumardji mengatakan masih banyak orang membandel. Banyak yang masih tidak mau mengikuti aturan jam malam sepanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
" Satpol PP harusnya menutup tempat usaha karena yang punya kewenangan menutup Satpol PP, Polri dan TNI akan mem-backup," kata Sumardji.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Syaf Satriawarman, mengatakan pihaknya terus menggencarkan ter sepat kepada masyarakat. " Lokasinya juga menyebar di berbagai area di Sidoarjo," kata dia.
Sumber: Merdeka.com/Raynaldo Ghiffari Lubabah
Advertisement