Catat! Ada Tiga Tahapan Perkembangan Psikologis Anak Lelaki

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 21 Juni 2018 10:03
Catat! Ada Tiga Tahapan Perkembangan Psikologis Anak Lelaki
Anak perempuan dan lelaki tentunya memiliki proses perkembangan yang berbeda.

Dream – Mengasuh anak bukanlah perihal mudah. Tak hanya sekedar mengurus makanan dan pakaian yang dikenakan, proses perkembangan mental dan psikologisnya pun perlu diperhatikan.

Anak perempuan dan lelaki tentunya memiliki proses perkembangan yang berbeda. Keduanya pun membutuhkan perhatian khusus yang berbeda.

Bagi Sahabat Dream yang memiliki anak lelaki, perlu mengetahui adanya tiga tahapan utama dalam perkembangan. Tahapan tersebut perlu diperhatikan agar mengasuh anak menjadi tak menyulitkan.

Setelah lahir hingga usia 6 tahun
Pada tahap pertama ini, kasih sayang orang tua sangat berpengaruh dalam perkembangan anak. Menurut Erich Fromm, seorang psikolog sosial, kasih sayang dan bentuk perhatian orang tua memiliki peran penting dalam meningkatkan percaya diri dan rasa dicintai bagi anak lelaki.

“ Namun, mulai di usia dua tahun, seorang ibu perlu membuat batasan hubungan dengan putranya. Hal ini untuk menghindari kompleks oedipus atau masalah psikoseksual anak,” ujar Erich.

Dari 6 hingga 13 Tahun
Di tahap ini, anak lelaki sudah mulai menyadari perannya dan terlibat dalam berbagai kegiatan laki-laki. Peggy Drexler, seorang ahli psikologi mengatakan bahwa orangtua harus menyadari bahwa anak lelaki memang seharusnya menjadi lelaki.

“ Biarkanlah ketika ia bermain pistol mainan atau video game kekerasan. Anda cukup memantau dan memberikan batasan,” kata Peggy.

Selain itu, Anda juga perlu mendorong minat anak yang beragam. Biarkanlah mereka memilih apa yang diinginkan, jangan paksakan sesuai dengan keinginan Anda.

“ Anak lelaki yang tidak terperangkap dalam peran gender akan lebih mandiri, berpikiran terbuka, dan lebih toleran secara seksual. Oleh sebab itu, bebaskan minat dan keinginan mereka, selama tetap berada di dalam perannya sebagai lelaki tak masalah,” ungkap Peggy.

Dari 14 tahun hingga seterusnya
Inilah tahap ketika anak lelaki tumbuh menjadi remaja. Di periode ini mulai munculnya emosi yang tak terkendali. Anda perlu mengarahkan emosi anak ke arah yang benar.

Ingatkan pada mereka bahwa segala hal yang dilakukan dengan emosi tidak akan berjalan baik. Oleh karena itu, ajarilah mereka untuk bertanggung jawab atas tindakan negatif yang terjadi karena emosi.

Tak hanya itu, pada masa ini Anda harus menjadi teladan bagi mereka. Jadilah orangtua yang memiliki perilaku baik, karena sebaik apapun yang diajarkan apabila perilaku Anda sebaliknya tak akan berpengaruh bagi mereka.

Sumber: Bright Side

Laporan Dina Nazhifah

Beri Komentar