Imparsial Yakin Polri Bisa Jaga Kebhinekaan

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 28 Agustus 2017 12:02
Imparsial Yakin Polri Bisa Jaga Kebhinekaan
Indonesia memiliki potensi ancaman besar konflik SARA.

Dream - Direktur Imparsial Al Araf menyebut konflik agama dan SARA merupakan ancaman besar keutuhan dan kesatuan suatu negara.

" Dulu ada Yugoslavia tapi sekarang nggak ada. Itu karena konflik identitas suku dan SARA. Rwanda juga hancur karena adanya penyebaran kebencian dan genosida," kata Al Araf di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin 28 Agustus 2017.

Hal itu disampaikan Al Araf dalam acara bersama Polda Metro Jaya mengenai Peran Polri dalam Melindungi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan. Acara yang dihelat untuk menjaga kebhinekaan dan pluralisme di Indonesia.

Al Araf melanjutkan, Indonesia sebagai negara majemuk memiliki potensi konflik intoleransi. Maka dari itu, untuk menghindari konflik itu fungsi aparat penegak hukum harus adil tanpa memandang kaum mayoritas dan minoritas.

Meski begitu, Al Araf menyampaikan saat ini peran dan fungsi Polri telah baik. Polri membuat kondisi bangsa tetap kondusif.

" Salah satu ciri negara gagal menurut PBB jika penegakan hukum gagal. Saya percaya institusi Polri bisa menjadi penjaga kebhinekaan dan menjaga adanya pemecah belah bangsa," kata dia.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana menegaskan, polisi akan selalu siap menjaga keamanan dan ketertiban bangsa.

" Kami akan menindak kelompok intoleran siapapun tanpa takut diancam," ujar Suntana. (ism) 

Beri Komentar