Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Mengejar cinta selama delapan tahun membuat Xue, anak seorang konglomerat frustrasi. Penantian yang berujung penolakan itu membuat Xue kehilangan akal sehat degan menghabisi Shanshan, bukan nama sebenarnya.
Laporan Asia One menyebutkan Xue melemparkan teman semasa sekolahnya dari lantai 19 sebuah blok apartemen sehingga mengakibatkan kematiannya. Kronologis insiden mengerikan yang terjadi di Hangzhou, China, pada 21 Maret itu terungkap di pengadilan pada 23 Agustus 2017.
Di hadapan hakim, Xue mengaku mengejar cinta Shanshan selama delapan tahun setelah lulus dari sekolah menengah atas pada 2009. Meskipun Shanshan selalu menolak cintanya, Xue tidak lekas patah arang.
Keduanya tetap menjalin komunikasi menggunakan aplikasi perpesanan. Komunikasi bahkan tetap terjalin setelah Xue melanjutkan pendidikan ke luar negeri pada 2015.
Saat itu Shanshan memutuskan pindah dari Henan ke Hangzhou untuk bekerja.
Setelah kembali ke China pada bulan Februari 2017, Xue pindah ke Hangzhou agar berada di kota yang sama dengan Shanhan.
© Dream
Dia bahkan 'mengemis' kepada Shanhan agar diperbolehkan tinggal di apartemennya.
Xue bercerita dia telah melakukan banyak hal untuk Shanshan. Xue membelikan hadiah seperti tas bermerek dan perhiasan seharga 30.000 sampai 40.000 yuan, setara Rp60 juta hingga Rp80 juta.
Dia mengaku pernah membawa Shanshan pergi liburan sebanyak dua kali. Tetapi, hubungan mereka memburuk setelah Xue pindah ke apartemen Shanshan.
Xue mengatakan kepada pengadilan bahwa sehari sebelum tragedi tersebut, dia mendengar Shanshan berbicara mesra melalui telepon dengan pria lain. Dia juga mendengar Shanshan mengejeknya saat berbicara dengan pria tak dikenal itu. Itulah pemicu amarah Xue.
Keesokan paginya, Xue menerobos masuk ke kamar Shanshan untuk membicarakan percakapan telepon semalam. Teman satu apartemen mengaku mendengar jeritan Shanshan, tapi tidak bisa berbuat apa-apa.
" Ketika saya bertanya kepada Xue tentang Shanshan setelah dia keluar dari kamarnya, dia hanya menjawab 'Saya mendorongnya ke bawah'," kata teman satu apartemen tersebut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang