Kaligrafi Nabi Musa AS (nu.or.id)
Dream - Alkisah, pada suatu hari, Nabi Musa AS melihat salah satu umatnya bersungguh-sungguh berdoa. Bahkan, orang yang bersangkutan sampai merintih, memohon agar Allah SWT mengabulkan doanya.
Melihat hal itu, Nabi Musa AS merasa tidak tega. Sang Nabi lalu memohon kepada Allah.
" Wahai Tuhanku, seandainya saja aku berkuasa memenuhi permintaanya, tentu akan aku kabulkan," ucap Nabi Musa.
Doa itu langsung dijawab oleh Allah dengan kabar yang mengejutkan.
" Wahai Musa, sesungguhnya ia memiliki seekor kambing. Dan Sungguh, (ketika berdoa) hatinya terpaku terhadap kambingnya. Dan Aku (Allah) tidak akan mengabulkan doa seorang hamba yang meminta kepadaku, sedang hatinya terpaku pada selain diri-Ku."
Kisah ini tercantum dalam kitab Risalah Nawadirul Hikayah karya Syaikh Ahmad Syihabuddin bin Salamah Al Quyubi. Kisah ini menyiratkan satu penyebab doa tidak terkabulkan.
Allah Maha Mengetahui segalanya. Bahkan soal apa yang ada dalam hati manusia. Di mata Nabi Musa, orang tersebut terlihat begitu tulus, namun nyatanya tidak ada apa-apanya di mata Allah.
Usai menerima wahyu itu, Nabi Musa langsung menyampaikannya kepada orang tersebut. Bergegaslah pria itu melupakan segala urusan dunianya dan memohon kepada Allah dengan penuh ketulusan.
Advertisement
Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Mengapa Kaki Kecil Pernah Dianggap Cantik di China? Sejarah Tradisi Ikat Kaki yang Menyakitkan

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah