Dapat Penghargaan, Polisi Pemulung Malang Mendunia

Reporter : Syahid Latif
Minggu, 3 Juli 2016 14:01
Dapat Penghargaan, Polisi Pemulung Malang Mendunia
Bripka Seladi menerima Tanda Kehormatan dari Kapolri yang disampaikan melalui Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Anton Setiadji.

Dream - Masih ingat dengan Bripka Seladi, polisi yang memiliki profesi sampingan sebagai pemulung sampah? Anggota Satuan Lalu Lintas Polres Kota Malang itu mendapat penghargaan dari Kapolri atas kejujurannya menolak suap selama 40 tahun bertugas sebagai polisi.

Bripka Seladi menerima Tanda Kehormatan dari Kapolri yang disampaikan melalui Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Anton Setiadji, saat memimpin upacara HUT ke-70 Polri di lapangan Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Jumat 1 Juli 2016.

Kini, namanya mendunia. Setelah penghargaan itu, nama Seladi menjadi sorotan berbagai media asing. Mereka mengangkat kisah Seladi yang tak mau menerima suap dalam menjalankan tugas sebagai anggota polisi.

Hawaii Public Radio misalnya, mereka menurunkan laporan dengan judul " Asia Minute: Honest Cop in Indonesia Wins National Recognition." Laman AsiaOne menulis dengan judul, " Indonesian policeman to be honoured for refusing bribes for 40 years."

Sementara laman ABC News Australia juga turut mengangkat kisah Seladi dengan judul, " 'I'd rather pick trash than be corrupt': Indonesian police reward honesty." Masih banyak lagi media asing yang mengangkat kisah Seladi.

" Saya bisa menggunakan seragam saya untuk mendapatkan uang haram jika saya mau," kata Seladi, dikutip Dream dari ABC News.

" Tapi saya memilih menjadi pemulung sampah daripada korupsi, memeras atau menipu orang lain untuk mendapatkan uang," tambah dia.

Seladi bahagia mendapat penghargaan itu, meski sebenarnya bukan itu yang menjadi tujuan utamanya. (Ism) 

1 dari 5 halaman

© Dream

Dream - Nama Bripka Seladi tengah ramai diberitakan berbagai media. Anggota Polresta Malang, Jawa Timur, ini membetot perhatian karena memiliki pekerjaan sampingan sebagai pemulung sampah.

Sehari-hari, pria 58 tahun ini berdinas di Satuan Lalulintas Polresta Malang. Dia bertugas menguji para pencari Surat Izin Mengemudi (SIM). Selain itu juga mengatur lalu lintas di jalanan Kota Apel.

Namun jika sedang tak bertugas, dia lepas seragam cokelat. Berganti kaos lusuh. Tangan yang biasa mengurai kemacetan jalan itu berganti memilah-pilah sampah. Cekatan.

Seladi mengaku tak malu menjalani pekerjaan sampingan sebagai pemulung. “ Saya melirik, wah ini rezeki. Jangan dibuang-buang. Buat sampingan tambahan,” kata Seladi, dikutip Dream dari Merdeka.com.

Berikut fakta tentang Bripka Seladi:

2 dari 5 halaman

Penghasilan...

Penghasilan... © Dream

Dream - Seladi mulai memungut sampah sejak tahun 2006. Pekerjaan sampingan ini bermula saat dia melihat pemulung memungut sampah di sekitar kantornya.

Dia berpikir itu adalah peluang. Mendapat rezeki di samping gaji bulanan. Dia mengaku penghasilan dari menjual sampah memang tak banyak. Hanya Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu dalam sehari.

“ Yang penting halal,” kata Seladi saat diwawancara sebuah media.

Bagi dia, menjadi pemulung tak perlu minder. Itu pula yang dia ajarkan kepada anak-anaknya.

3 dari 5 halaman

Dari Ontel Butut Beli Pikap

Dari Ontel Butut Beli Pikap © Dream

Dream - Saat pertama memulung sampah pada 2006, Seladi memang berkeliling. Memungut dari bak-bak sampah. Saat memulung itu, dia mengendarai sepeda ontel butut yang dia beli pada 1978, saat pertama dia menjadi polisi.

Namun sejak 2008, dia sudah mulai jarang “ turun gunung”. Dia mulai mengepul sampah dari pemulung-pemulung lain.

Dan kini, dari para pemulung itu, saban hari dia mampu mengangkut satu pikap sampahuntuk dijual. Mobil itu dia beli dari hasil memungut sampah.

4 dari 5 halaman

Numpang

Numpang © Dream

Dream - Seladi mengepul sampah-sampah dari para pemulung di sebuah gudang, yang terletak di Jalan Dr Wahidin, Kecamatan Klojen, Kota Malang, dia pakai untuk mengumpulkan sampah.

Gudang yang hanya berjarak 100 meter dari kantornya itu dia dapat dari seorang teman. Bukan dibeli, melainkan hanya dipinjamkan saja.

5 dari 5 halaman

Tolak Suap

Tolak Suap © Dream

Dream - Seladi menjadi polisi sejak 1978. Pria kelahiran Dampit, Kabupaten Malang, ini dikenal sebagai polisi jujur. Tak mempan disuap.

Seladi memang tak menampik ada saja orang yang berusaha memberi “ hadiah” terkait tugasnya sebagai polisi. Dia juga sadar dengan anggapan masyarakat terhadap polisi terkait suap.

Tapi dia tegaskan tak tergiur. Pria Lulusan SMEA ini bahkan tak segan memerintah anaknya untuk mengembalikan “ hadiah”, jika diberikan di rumah.

Beri Komentar