Dream - Dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Dharmawan Salihin banyak memberikan informasi terbaru mengenai kematian puterinya.
Dalam acara yang tayang pada Rabu, 3 Februari 2016 itu Dharmawan mengungkapkan isi perbincangan di gawai milik puterinya.
Ditemukannya fakta-fakta terbaru itu menginisiasi kepolisian untuk memanggil kembali Dharmawan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.
Direktur Reskrimum Komisaris Besar Polisi Krishna Murti memastikan, Dharmawan dipanggil untuk memberikan keterangan seputar apa yang diucapkannya di acara diskusi hukum itu.
" Saya ingin menanyakan apa yang diomongin di televisi itu. Nanti kami sinkronkan, itu saja," kata Krishna di Polda Metro Jaya, Jumat, 5 Februari 2016.
Tetapi, Krishna enggan membeberkan apakah kedatangan Dharmawan juga untuk mengonfirmasi informasi dugaan pesan Whatsapp Jessica kepada Mirna. " Kalau materi saya nggak bisa bicara," ucap dia.
Dharmawan menyatakan siap untuk membantu penyidikan polisi. Dia siap menambahkan data-data yang belum didapatkan polisi.
" Saya datang untuk membantu Polisi mencari data-data," kata Dharmawan.
Bahkan Dharmawan mengaku memiliki data dari Kepolisian Federal Australia (AFP) yang selama ini hanya dimiliki penyidik. Tetapi, mengenai isi dokumennya dia hanya menjawab singkat. " Itu data dari polisi Australia vital. Jangan mancing saya," ucap dia.
Tetapi, informasi mengenai Dharmawan yang memiliki data vital itu diragukan kebenarannya oleh penyidik.
" Apa hubungannya mereka dengan polisi Australia? Kan hubungannya dengan kami," kata Krishna. (Ism)