Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama, Isom Yusqi, mengatakan institusinya mendapat anggarapan Rp49,1 triliun untuk peningkatan kualitas pendidikan Islam.
Anggaran itu merupakan yang terbesar di antara Ditjen Kementerian Agama (Kemenag) dari total anggaran sebesar Rp60 triliun.
" Hampir 80 persen anggaran di Kementerian Agama," ujar Isrom di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Jumat, 23 Maret 2018.
Tetapi, Isom menganggap besaran anggaran tersebut masih terlalu kecil. Sebab, sebagian besar anggaran habis untuk penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Bantuan Operasional Siswa (BOS).
" Sebenarnya habis di situ anggarannya," ucap dia.
Isom menjelaskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Kemenag, salah satu poin yang dibahas adalah dana ideal untuk menopang kebutuhan Ditjen Pendis.
" Rp49,1 triliun enggak cukup. Anggaran idealnya, Pak Menteri dalam rakor itu menyampaikan Rp90 triliun," kata dia.
Anggaran itu bertujuan juga untuk memenuhi sarana prasarana yang dibutuhkan di madrasah-madrasah yang secara fisik masih kurang layak.
(Beq/Sah)
Advertisement