6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Siswa Madrasah Membaca Ayat Alquran (Foto: Shutterstock)
Dream - Indonesia akan kekurangan tenaga pengajar agama Islam. Sebab, sebanyak 74 ribu guru agama Islam memasuki masa pensiun.
" Di Jawa Timur saja tahun lalu kehilangan 1.000 guru karena pensiun, belum lagi daerah-daerah lain," ujar Direktur Pendidikan Agama Islam Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Imam Syafi’i, di Jakarta, Kamis, 15 Maret 2018.
Syafi'i mengatakan, saat ini guru agama yang tersebar di seluruh Indonesia berjumlah 189 ribu orang. Mereka mengajar sekitar 37,8 juta siswa.
Dengan begitu, rasio antara guru agama Islam dengan murid adalah 1 banding 200. " Tentu ini, sangat kurang," ucap Syafi'i.
Untuk mengisi kekosongan tersebut, Kemenag mengembangkan program Guru Modis (Moderat, Inovatif, dan Inspiratif). Program ini dikembangkan sebagai alat seleksi sehingga terpilih guru-guru agama Islam yang berkualitas.
Selain itu, Kemenag berencana membenahi fisik dan mutu madrasah, terutama yang berada di pelosok daerah. " Jangankan fasilitas pendukung (madrasah), yang pokoknya saja belum memadai," kata Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan Pendidikan Islam Kementerian Agama, Achmad Umar.
Untuk menjalankan rencana itu, Kemenag menggelontorkan dana dari APBN dan Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN). Tahun ini, dana yang dikeluarkan untuk pembenahan mencapai Rp201 miliar. Sementara itu pada 2019, Kemenag akan menggelontorkan dana sebesar Rp751 miliar.
(Beq)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
