Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Sehat lahir batin adalah kebutuhan dalam hidup. Keduanya harus seimbang agar tidak menghadirkan dampak buruk.
Dengan kesehatan lahir batin, segala sesuatu bisa dikerjakan dengan baik. Hasil yang didapat pun bisa maksimal.
Selain itu, kesehatan lahir dan batin saling berpengaruh. Fisik yang sakit membuat pikiran tak tenang dan jiwa yang gelisah mengarahkan tubuh pada kelemahan.
Semisal, seseorang yang mengalami frustasi akan memiliki tubuh yang serba lemah. Tidak ada semangat untuk melanjutkan hidup.
Bahkan sakit fisik bisa lama sembuh jika jiwanya tidak tenang. Sehingga itulah pentingnya menyeimbangkan antara kesehatan lahir dan batin.
Agar lahir dan batin kita selalu sehat, amalkan secara rutin doa ini.
اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma 'afini fi badanii, allahumma 'afini fi sam'i, allahumma 'afini fii bashari, la ilaha illa anta.
Artinya:
" Ya Allah, sehatkanlah badanku, pendengaranku dan penglihatanku. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau."
Sumber: Harakah.id.
Dream - Kesehatan sebenarnya merupakan nikmat yang luar biasa. Sayangnya kita jarang menyadarinya.
Kita baru merasa sehat itu sangat penting dan perlu ketika jatuh sakit. Ketika tubuh kita menjadi lemah tak berdaya.
Sebenarnya, kita tidak sadar akan besarnya nikmat sehat lantaran menganggap remeh sesuatu yang sifatnya biasa. Karena, sepanjang hidup mungkin kita hanya beberapa kali merasakan sakit, sehingga tak begitu menganggap kesehatan hal penting.
Dampaknya, kita jadi jarang bersyukur. Padahal, nikmat sehat itu adalah pemberian Allah.
Mulai saat ini, jangan lagi menganggap kesehatan itu hal sepele. Jaga nikmat tersebut melalui olahraga, makan makanan bergizi, istirahat cukup serta bersyukur dengan membaca doa ini.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي ذَهَبَ بِالنَّهَارِ وَجَاءَ بِاللَّيْلِ سَكَنًا نِعْمَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا لَكَ مِنَ الشَّاكِرِينَ الْحَمْدُ اللَّهِ الَّذِي عَافَانِي فِي يَوْمِي هَذَا فَرُبَّ مُبْتَلًى قَدِ ابْتُلِيَ فِيمَا مَضَى مِنْ عُمْرِي ، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِيمَا بَقِيَ مِنْهُ وَفِي الْآخِرَةِ وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Alhamdulillahil ladzi dzahaba bin nahar wa jaa bil laili sakanan ni'matan minhu wa fadllan. Allahummaj'alna laka minasy syakirin. Alhamdulillahil ladzi 'afani fi yaumi hadza farubba mubtalan qod ibtuliya fima madla min 'umri. Allahumma 'afini fima baqiya minhu wa fil akhirati wa qina 'adzaban nar.
Artinya,
" Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan siang hari dan mendatangkan malam untuk waktu beristirahat sebagai nikmat dan karunia dari-Nya. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang bersyukur kepada-Mu. Segala puji bagi Allah yang telah menyehatkan aku hari ini. Telah banyak cobaan yang telah aku jalani dari umurku. Ya Allah, sehatkan aku dari sisa umurku, dan di akhirat lindungilah aku dari siksa neraka."
Sumber: Bincang Syariah