Kadet Muslima Australia (SBS News)
Dream - Hidup sebagai muslim di Australia bukan berarti tak bisa memberi kontribusi untuk negara. Sebagaimana warga lainnya, umat muslim di Negeri Kanguru itu juga bisa mengabdi kepada negaranya.
Dikutip Dream dari laman SBS News, Minggu 24 Agustus 2014, sebanyak 98 muslim telah menjadi bagian dari angkatan bersenjata di Australia. Sementara, banyak remaja muslim yang bergabung menjadi kadet Angkatan Laut Australia.
Beberapa waktu yang lalu, sejumlah remaja muslim mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Angkatan Laut Australia. Mereka adalah para kadet yang kelak menjadi bagian dari AL Australia.
Dalam latihan yang dilakukan di Sydney bagian barat itu, terlihat sejumlah remaja muslim. Remaja-remaja muslimah terlihat mengenakan hijab hitam di bawah topi penyamaran mereka. Mereka tampak anggun dalam penampilan itu. Sementara, para remaja muslim yang ikut pelatihan itu juga tampak diperkenankan memelihara jenggot.
Angkatan bersenjata Australia tampaknya juga membuat aturan yang bisa menarik minat para muslim untuk bergabung. Misal, mulai Maret yang lalu, para kadet muslim itu diperkenankan untuk tampil sebagaimana keyakinannya.
Tak hanya itu, soal makanan, para kadet itu tak lagi khawatir. Sebab telah disediakan makanan halal sesuai dengan syariat Islam. " Memiliki kesempatan yang sama tanpa harus mencukur jenggot saya, menjaga agama saya, ini merupakan anugerah yang besar," kata salah satu kadet.
Kadet yang lain mengapresiasi kemudahan yang diberikan selama Ramadan. " Saya tahu bahwa mereka akan memperhatikan keperluan seperti makanan halal dan ibadah, dan selama Ramadan, berpuasa," tutur kadet lainnya.
Para kadet ini tak harus bertugas untuk pergi ke medan tempur bergabung dengan angkatan bersenjata Australia. Namun, dengan menjadi kadet ini mereka semakin banyak yang mempertimbangkan untuk bergabung.
" Saya kira kami memiliki bukti kepada banyak orang bahwa pemuda muslim Australia bisa menjadi bagian dari angkatan bersenjata Australia," tutur salah satu muslimah berusia 18 tahun yang bergabung dalam pelatihan tersebut.
Kebanyakan kadet muslim dalam pelatihan itu menghadiri kelas muslim dan pulang ke komunitas muslim mereka. Menurut penasihat muslim di AL Australia, Kapten Mona Shindy, pelatihan ini telah membuka mata semua warga Australia.
Dalam pelatihan itu, para kadet muslim ini mendapat pelatihan. Meski pada saat itu berpuasa, para kadet muslim itu tetap menjalankan latihan dengan semangat. Sementara, para peserta yang non-muslim juga sangat toleran. " Mereka bangun awal dengan kami ketika makan sahur sebelum fajar," tutur Sindy.