Dua PNS Kemenhub Jadi Tersangka Kasus Peluru Nyasar di DPR

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 16 Oktober 2018 18:35
Dua PNS Kemenhub Jadi Tersangka Kasus Peluru Nyasar di DPR
Terancam hukuman 20 tahun penjara.

Dream - Polisi menetapkan IAW dan RMY sebagai tersangka kasus peluru nyasar yang masuk ke ruang kerja anggota DPR pada Senin, 15 Agustus 2018. Keduanya dianggap melakukan kelalaian.

" Kami telah melakukan penyidikan, adanya peluru dan senjata dapat disimpulkan karena kelalaiannya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta, di kantornya, Jakarta, Selasa 16 Oktober 2018.

Menurut Nico, IAW dan RMY merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Saat insiden itu, mereka sedang berlatih di lapangan tembak Perbakin di kawasan Senayan, Jakarta.

" IAW dan RMY mencoba, namun saat kejadian itu IAW yang melakukan penembakan," ucap dia.

Saat latihan, mereka menggunakan senjata api Jenis Glock 17 dan AKAI costum. Selain itu, senjata api yang mereka pakai menggunakan alat bantu tambahan bernama switch costum.

1 dari 1 halaman

Terancam masa hukuman 20 tahun penjara

Kabid Balistik, Metalurgi Forensik Puslabfor Polri, Kombes Pol Ulung Kanjaya, menjelaskan, setelah diuji balistik, proketil peluru yang ditemukan di ruang kerja anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, Wenny Warouw, di lantai 16 dan ruang anggota DPR Fraksi Golkar, Bambang Heri Purnama, cocok dengan senjata yang digunakan tersangka.

" Kita juga lakukan perbandingan, anak peluru di TKP berasal dari satu senjata, dari pengembangan yang dilakukan penyidik, didapatlah senjata ini, glock 17 yang dicurigai digunakan di lapangan tembak. Jarak tembak itu bisa ke lantai 13 dan 16," ujar Ulung.

Akibat perbuatannya, IAW dan RMY terancam Pasal 1 ayat (1) Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan terancam masa hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Beri Komentar