Foto: Facebook.com/Ivan Tan
Dream - Pepatah bilang, " Ada harga, ada rupa." Semakin berkualitas suatu baraang, maka bertambah mahal pula biaya yang harus dikeluarkan.
Ungkapan itu tak hanya berlaku untuk barang saja. Tapi juga penyedia jasa. Semakin tinggi kualitas layanan, semakin mahal pula ongkosnya.
Misalnya saja jasa tukang foto atau fotografer. Jika ingin hasil foto keren, tentunya biaya yang dikeluarkan pun tak murah. Apalagi untuk momen penting seperti pernikahan.
Namun hal itu rupanya berbanding terbalik dengan pengalaman pasangan pengantin asal Singapura ini. Mereka sudah merogoh kantong dalam-dalam, tapi hasilnya sangat jauh dari harapan.
Itulah cerita viral yang baru-baru ini diunggah oleh akun Facebook Ivan Tan viral. Unggahan itu mengungkap kekecewaan pada jasa fotografer pernikahannya.
Ia juga mengunggah beberapa foto hasil jepretan 'Reflection Photography' yang dibayarnya 2700 dolar Singapura atau sekitar Rp28,6 juta.
Ivan mengungkapkan hasil foto yang diterimanya 90% hancur.
Dalam unggahannya itu, Ivan mengaku sangat menyesal menggunakan jasa Reflection Photography tanpa melihat portofolionya terlebih dahulu.
Ia juga mempertanyakan kemampuan dan profesionalisme si fotografer yang menangani pernikahannya 3 bulan lalu.
" Take a closer look at our wedding day album. WHAT A HORROR! 90% of our outdoor shoot was overexposed
Kakak adik kami menghabiskan waktu 2 jam di bawah sinar terik matahari dan begini hasilnya.
Kami sama sekali tidak mengerti mengapa hasil foto bisa sampai seperti ini.
Kami hanya mendengar si fotografer berkata, " oke, bagus, bagus, lanjut!"
Apa semua foto yang terlalu terang begini bagus?
Kami hampir tidak bisa melihat wajah kami sendiri.
Kami seperti hantu.
Mereka menganggap diri mereka professional, tapi pertanyaannya, apakah mereka tahu cara menggunakan kamera?
Jika ia tidak bisa menyetting kamera sesuai kondisi, apakah pantas disebut fotografer?" tulis Ivan dalam akun Facebooknya.
Menurutnya hampir semua hasil foto pernikahanya overexposed, tidak merata, dan tidak sejajar.
Namun kepala fotografer jasa tersebut menganggap bahwa hasil foto mereka sudah bagus dan sama sekali tak meminta maaf.
Ia juga berkelakar sudah menangani 10 pernikahan dengan hasil yang memuaskan.
Sang kepala fotografer malah menyalahkan si subyek foto, Ivan dan istrinya, dan lingkungan yang jelek.
Meski penyedia jasa fotografi tersebut mengaku telah berusaha memperbaiki foto, namun Ivan merasa tidak ada yang bisa diperbaiki.
Melaui postingannya yang diunggah, Ivan memberi peringatan pada netizen untuk selalu teliti dan hati-hati memilih jasa fotografi.
Sebab, pernikahan hanya dilakukan sekali dan pasangan pengantin tentu saja ingin momen sakral mereka terkenang selamanya dengan foto yang indah.
(Sumber: Facebook.com/Ivan Tan)