13 Tahun Lalu Viral Melahirkan Anak Kembar di Usia 60 Tahun, Kini Kabarnya Memprihatinkan

Reporter : Nabila Hanum
Sabtu, 20 Mei 2023 15:01
13 Tahun Lalu Viral Melahirkan Anak Kembar di Usia 60 Tahun, Kini Kabarnya Memprihatinkan
Setelah 13 tahun lalu melahirkan bayi kembar, kehidupannya berubah drastis.

Dream - Masa subur perempuan untuk memiliki anak diperkirakan berada di usia 20 tahunan. Pada masa itu dianggap paling produktif sebelum memasuki menopause yang sudah tidak subur lagi.

Namun, orang yang masuk masa menopouse bukan berarti tidak bisa punya anak. Buktinya, ada perempuan berusia 60 tahun yang melahirkan anak kembar. Sontak saja kejadian 13 tahun lalu itu menggegerkan publik.

Banyak yang beranggapan pada usia itu seharusnya sudah beristirahat menikmati masa tua menimang cucu, bukan anaknya.

1 dari 4 halaman

eva.vn

Dikutip dari eva.vn, Thinh dan suaminya pernah memiliki putri pada tahun 1980 dan sudah menikah.

Tetapi ia harus menerima kenyataan pahit karena anak dan menantunya meninggal dunia dalam kecelakaan mobil.

Lantaran merasa kesepian hanya hidup berdua dengan sang suami, wanita itu ingin punya anak  lagi. Menurutnya cara itulah yang bisa ia lakukan agar masa tuanya tidak suram.

2 dari 4 halaman

Thinh dulunya bekerja sebagai tenaga medis di sebuah rumah sakit di China. Dirinya sangat mengetahui bahwa usianya itu sudah sangat tidak cocok untuk hamil.

Thinh pun memutuskan menggunakan sperma suaminya untuk melakukan fertilisasi vitro dan akhirnya melahirkan bayi perempuan kembar.

Sebenarnya rencana tersebut banyak ditantang oleh teman maupun keluarga karena sangat berisiko pada kematian.

3 dari 4 halaman

eva.vn

Benar saja kehamilannya kala itu sangat sulit sehingga harus melahirkan prematur. Beruntung anak-anaknya lahir dala keadaan sehat meski harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Setelah 13 tahun lalu melahirkan bayi kembar, kehidupannya berubah drastis. Keluarga itu mengalami kesulitan ekonomi.

Thin dan suaminya bahkan sudah menghabiskan uang pensiunan demi membesarkan anak-anaknya. Pada Juni 2015, suaminya mengalami stroke dan tidak bisa berbuat apa-apa.

4 dari 4 halaman

Karena insiden itu dirinya harus bekerja banting tulang demi menghidupi keluarganya. Ia sempat menyesali keputusannya hamil lagi jika tahu akhirnya akan sangat melelahkan.

Setelah tujuh tahun melawan penyakit tersebut suaminya dinyatakan meninggal dunia. Momen itulah yang membuatnya semakin takut tidak mampu merawat putinya.

Namun seiring berjalannya waktu, ia telah melewati masa sulit dan kini memiliki tabungan senilai Rp15 juta yang dipersiapkan untuk masa depan anak-anaknya.

Beri Komentar