Haji Kecil Adalah Nama Lain dari Umroh, Berikut Hukum, Rukun, dan Keistimewaannya

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Senin, 13 Juni 2022 15:00
Haji Kecil Adalah Nama Lain dari Umroh, Berikut Hukum, Rukun, dan Keistimewaannya
Umroh disebut juga haji kecil karena pelaksanaannya memiliki kemiripan dengan ibadah haji.

Dream – Pelaksanaan ibadah haji tentunya sudah diketahui oleh setiap umat Islam. Namun, pernahkan sahabat Dream mendengar tentang haji kecil? Dan apa yang dimaksud dengan haji kecil itu? Ya, haji kecil adalah nama lain dari umroh.

Meskipun umroh dan haji sama-sama dilaksanakan di Baitullah, namun kedunya tetap memiliki perbedaan. Baik itu waktu pelaksanaannya, tata caranya, hingga hukumnya. Terkait haji kecil atau umroh ini berdasar pada sabda Nabi Muhammad saw berikut ini:

Dan sesungguhnya umroh adalah haji kecil..” (Dishahihkan oleh Imam Ahmad dan Al-Uaili).

Umroh disebut juga dengan nama haji kecil dikarenakan dalam ibadah tersebut terdapat pelaksanaan yang hampir sama saat sedang melakukan haji. Misalnya saja ada ihram, tawaf, sa’i, sert mencukur sebagian rambut di kepala.

Nah, untuk mengetahui secara lebih jelas tentang haji kecil adalah nama lain dari umroh, berikut sebagaimana telah dirangkum Dream melalui berbagai sumber.

1 dari 3 halaman

Pengertian dan Hukum Haji Kecil atau Umroh

Pengertian dan Hukum Haji Kecil atau Umroh© Pixabay.com

Sebelum membahas lebih jauh tentang haji kecil, sebaiknya sahabat Dream mengetahui terlebih dahulu apa itu haji kecil dan hukum pelaksanaannya. Haji kecil adalah nama lain dari umroh. Seperti dikutip dari umma.id, umroh adalah ziarah ke Baitullah dengan melakukan tawaf (mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali), sa’i (berlari-lari kecil) di antara bukit Shafa dan Marwah, sampai akhirnya mencukur rambut kepala.

Sedangkan hukum umroh sendiri berbeda-beda menurut pendapat beberapa ulama. Ada yang mengatakan bahwa umroh hukumnya sunah, dan ada juga yang mengatakan wajib. Berikut adalah penjelasannya untuk sahabat Dream:

Sunah

Hukum pertama dari ibadah umroh adalah sunah. Ulama yang menganggap bahwa umroh hukumnya sunah adalah Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Ibnu Mas’ud, serta pendapat yang dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

Wajib

Hukum yang kedua dari ibadah umroh adalah wajib. Bahkan hukum yang ini dianggap paling kuat karena memiliki dasar atau landasan dari Al-Quran dan hadis. Landasan tersebut ada dalam surat Al-Baqarah ayat 196 berikut:

وَأَتِمُّواالْحَجَّوَالْعُمْرَةَلِلَّهِ

Artinya: Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh karena Allah.” (QS. Al-Baqarah: 196).

Melalui ayat tersebut, umroh berdampingan dengan ibadah haji. Itulah yang kemudian dijadikan rujukan oleh sahabat Umar, Ibnu Abbas, Zaid bin Tsabit ra dan beberapa Imam, seperti Imam Malik untuk menetapkan hukum tersebut.

2 dari 3 halaman

Rukun Umroh

Setelah mengetahui pengertian dan hukum umroh, sahabat Dream juga perlu mengetahui apa saja rukun di dalam ibadah umroh. Berikut adalah rukun-rukunnya yang harus dipenuhi oleh umat Islam:

Niat

Rukun yang pertama adalah niat. Hal ini seperti saat mengerjakan ibadah yang lain dan harus didahului dengan niat. Kemudian, umat Islam yang mengerjakan ibadah umroh diwajibkan untuk mengenakan pakaian ihram serta melakukan niat dari Miqat atau titik awal saat memulai umroh.

Tawaf

Rukun yang kedua adalah Tawaf. Tawaf ini dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali yang dimulai dari posisi Hajar Aswad sembari melafalkan takbir (Allahu Akbar).

Sa’i

Rukun yang ketiga adalah Sa’i. Di mana ibadah ini adalah dengan berlari-lari kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwah yang dilakukan sebanyak tujuh kali sembari memanjatkan doa yang sahabat Dream inginkan.

Tahalul

Rukun umroh yang terakhir adalah Tahalul. Tahalul sendiri secara bahasa adalah menjadi boleh atau menjadi halal. Sedangkan secara istilah, tahalul adalah diperbolehkannya atau dibebankannya dari pantangan ihram. Umat Islam yang melakukan tahalul adalah dengan mencukur rambut sebanyak minimal tiga helai. Setelah melakukan tahalul, maka semula yang segalanya diharamkan saat ibadah umroh sudah diperbolehkan kembali atau dibebaskan.

3 dari 3 halaman

Keutamaan Haji Kecil atau Umroh

Keutamaan Haji Kecil atau Umroh© Shutterstock.com

Haji kecil adalah nama lain dari umroh memiliki keutamaan yang sebenarnya sayang sekali untuk dilewatkan. Oleh karena itu, jika sahabat Dream memiliki rezeki yang lebih dan kondisi fisik juga memungkinkan, maka berikut ini adalah beberapa keutamaan yang bisa didapatkan:

Jihad Sebagaimana Haji

Keutamaan haji kecil atau umroh yang pertama adalah jihad sebagaimana haji. Hal ini seperti dijelaskan dalam sebuah hadis dari Ibnu Majah, Aisyah berkata:

Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “ Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan ‘umroh.”

Bisa Menghapus Dosa di Antara Dua Umroh

Keutamaan umroh berikutnya adalah bisa menghapus dosa di antara dua umroh. Hal ini seperti dijelaskan melalui hadis dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:

“ Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349).

Penghapus Dosa dan Penghilang Kefakiran

Haji kecil adalah nama lain dari umroh memiliki keutamaan untuk bisa menjadi penghapus dosa dan penghilang kefakiran. Hal ini seperti dijelaskan melalui hadis dari Abdullah, Rasulullah saw bersabda:

“  Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih).

Beri Komentar