Hukum Puasa bagi Orang Sakit

Reporter : Eko Huda S
Kamis, 6 Mei 2021 18:30
Hukum Puasa bagi Orang Sakit
Islam memberi keringanan kepada orang yang sakit untuk tidak berpuasa saat Ramadan.

Dream - Islam mengenal rukhshah atau keringanan untuk tidak menjalankan kewajiban agama pada orang dalam kondisi tertentu. Salah satu yang mendapat rukhshah adalah mereka yang sakit.

Rukhshah juga diberlakukan untuk puasa saat bulan Ramadan. Bagi mereka yang sakit, diperkenankan tidak menjalankan puasa Ramadan. Sebab, Islam tidak membebani melebihi kemampuan umatnya.

" Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai kemampuannya." (Al Baqarah ayat 286)

Meski terdapat rukhshah, ada orang yang sedang sakit tetap menjalankan puasa. Puasa yang demikian mengandung konsekuensi hukum, mulai dari haram, makruh, hingga wajib.

Allah memberikan keringanan kepada mereka yang sakit untuk tidak berpuasa. Karena jika dipaksakan puasa, dikhawatirkan sakitnya semakin parah hingga berujung kematian.

Memaksakan berpuasa dalam kondisi sakit parah justru tidak dipandang sebagai ibadah, melainkan dianggap sedang bermaksiat.

1 dari 1 halaman

Syeikh An Nawawi Al Bantani dalam Kasyifatus Saja menjelaskan terdapat beberapa hukum terkait orang sakit tetap berpuasa.

" Bagi orang sakit, berlaku tiga kondisi. Pertama, bila diduga adanya mudarat yang membolehkan bertayamum maka dimakruhkan berpuasa bagi orang yang sakit dan diperbolehkan baginya berbuka. Kedua, bila mudarat yang diduga tersebut terwujud dengan dugaan yang kuat dapat menimbulkan kerusakan dan hilangnya manfaat suatu anggota badan maka haram berpuasa bagi orang tersebut dan wajib berbuka (alias haram berpuasa). Bila ia tetap terus berpuasa sehingga meninggal dunia maka ia meninggal dalam keadaan bermaksiat. Ketiga, bila sakit yang diderita adalah sakit yang ringan seperti pusing, sakit telinga dan gigi maka tidak diperbolehkan berbuka (alias wajib berpuasa) kecuali bila dikhawatirkan akan bertambah sakitnya dengan berpuasa."

Beri Komentar