Sejumlah Santri Tengah Belajar Kepada Guru Hindu (kemenag.go.id)
Dream - Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali, menyimpan potret tentang indahnya toleransi. Sejatinya, desa ini dihuni oleh sebagian besar penduduk beragama Hindu.
Meski begitu, sejumlah santri Muslim berkegiatan di sana setiap harinya. Pada satu-satunya pesantren yang ada di desa itu, santri-santri itu menimba ilmu.
Ya, pesantren yang dinamai Pondok Pesantren (Ponpes) Bali Bina Insani (BBI) berdiri di tengah-tengah komunitas Hindu sejak 1996. Meski berbeda, keberadaan ponpes di bawah naungan Yayasan La Royba ini diterima baik oleh masyarakat sekitar.
Bahkan, beberapa pengajar di pesantren itu merupakan pemeluk Hindu. Salah satunya adalah Ni Wayan Wartini.
" Semua (guru Hindu maupun Muslim) diperlakukan dan mendapatkan hak yang sama, murid-muridnya juga sangat menghormati guru, itulah yang membuat kami senang mengajar di BBI ini," kata Wartini, dikutip dari kemenag.go.id, Selasa, 19 September 2017.
Ketua Yayasan La Royba Ketut Imaduddin Jamal mengatakan Ponpes BBI memang berdiri dengan tujuan menyebarkan pesan Islam sebagai rahmatan lil 'alamin. Sehingga, pluralisme dihadapi dengan cara yang damai dan mencerahkan.
" Pluralisme sudah menjadi hal nyata yang sesuai fakta bukan hanya sebatas isu belaka, kami sangat mengutamakan kebersamaan tanpa memikirkan adanya perbedaan," ujar Imadudin.
Ponpes BBI merupakan lembaga pendidikan dengan konsep boarding school (asrama) yang saat ini memiliki 247 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan 120 siswa Madrasah Aliyah (MA). Ponpes ini menggunakan Bahasa Inggris dan Arab sebagai bahasa pengantar.(Sah)
Advertisement
Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara



Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Cara Berhenti Minum Minuman Manis dalam 14 Hari, Ikuti Langkah Sederhana Ini

PMI Salurkan 1 Juta Masker untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau