Helmi Johannes (Foto: Merdeka.com/Instagram @helmijohannes)
Dream - Masih ingat dengan sosok Helmi Johannes? Kamu yang pernah melalui masa televisi swasta hanya ada dua jaringan pasti langsung mengenalinya. Buat yang tidak kenal, Helmi adalah mantan penyiar televisi yang selalu tampil hampir setiap hari dilayar televisi.
Helmi yang merupakan pria kelahiran Yogyakarta juga turut serta membangun salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia.
Cukup lama berkecimpung di dunia siaran televisi swasta, Helmi mencoba peruntungan dengan bertolak ke Amerika Serikat. Di Negeri Paman Sam itu, Helmi tetap bekerja di dunia yang membesarkannya selama ini yaitu pers.
Penasaran dengan kehidupan Helmi Johannes eks penyiar televisi? Melansir dari akun Instagram @helmijohannes, Selasa 2 Maret 2020, berikut informasinya:
Helmi Johannes merupakan salah satu penyiar senior televisi Indonesia. Sosoknya sering malang melintang di layar kaca. Dedikasinya untuk pers Indonesia tak perlu diragukan lagi.

Helmi diketahui ikut bekerja serta membangun salah satu stasiun televisi swasta, Metro TV di Jakarta. Helmi pernah menjabat sebagai Executive Producer, News Research & Development Manager dan News Services Manager sekaligus sebagai presenter berita di Metro TV.
Pada awal tahun 2005, Helmi bergabung dengan VOA. Helmi pernah mengoordinasikan laporan VOA-Indonesia perihal kunjungan SBY yang saat itu masih menjabat sebagai Presiden Indonesia.

Laporan yang dibuat pada tanggal 1 Januari 2005 itu, lantas disiarkan di beberapa televisi afiliasi di Indonesia.
Helmi Johannes juga memproduksi laporan VOA-Indonesia saat Presiden Yudhoyono melakukan kunjungan ke Amerika Serikat pada tanggal 29 Juni 2005.
Kini, Helmi menjadi produser eksekutif TV Voice of America (VOA) Siaran Indonesia yang berbasis di Washington, DC, Amerika Serikat.
Meski sudah tinggal di Amerika Serikat, Helmi Johannes tak lantas melupakan Tanah Air. Pria kelahiran 23 Maret 1961 ini bahkan turut serta merayakan Hari Pers Nasional.

" Selamat Hari Pers Nasional 2021! Bekerja dari rumah selama hampir 11 bulan bukan penghalang untuk terus memberitakan fakta dan kebenaran," tulisnya.