Saat Jokowi Jadi Wartawan: Media Apa yang Paling Menyebalkan?

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 10 Februari 2018 15:02
Saat Jokowi Jadi Wartawan: Media Apa yang Paling Menyebalkan?
Jokowi mencecar narasumbernya.

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertukar posisi menjadi wartawan saat Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Pantai Cimpago, Padang, Sumatera Barat, Jumat, 9 Februari 2018.

Dalam acara itu, Jokowi, yang menjadi `wartawan` mewawancarai wartawan senior dari Surabaya, Jawa Timur, Yousri Nur Raja Agam.

“ Bapak jadi Presiden saya jadi wartawan. Menteri mana yang Bapak anggap paling penting?,” kata Jokowi melontarkan pertanyaan pertamanya.

“ Semua penting, tetapi yang lebih penting yang bisa membuat Presiden nyaman,” kata Yousri seolah dia adalah Presiden.

Bak seorang wartawan profesional, Jokowi mengejar Yousri dengan pertanyaan lebih tajam. “ Berarti menteri yang dianggap paling penting yang mana? To the point saja Pak? Bapak jangan muter-muter, saya belum bisa nulis, belum nangkep,” ucap Jokowi.

Kali ini Yousri menjawab dengan tegas, “ Menteri yang mengurusi wartawan, Menkominfo.”

Tak berhenti di situ, Jokowi mengajukan pertanyaan lain yang lebih tajam. “ Media apa yang paling menyebalkan dan Bapak sering jengkel?”.

“ Media abal-abal,” ucap Yousri.

“ Tidak ada di lingkungan istana media abal-abal. Medianya resmi semuanya, tapi banyak yang menyebalkan, sampaikan apa adanya, yang mana Pak? Entah TV, online, media cetak, yang mana? Bapak kan setiap hari diwawancarai di depan istana, Bapak kan hapal, wartawannya siapa-siapa, yang nanya itu terus-terus siapa?,” kata Jokowi mencecar.

“ Yang paling menyebalkan itu Rakyat Merdeka,” ucap Yousri disambut tawa para hadirin.

Tak berselang lama, Jokowi mengatakan, " Pak Presiden ini blak-blakan seperti perasaan saya. Sama persis. Kenapa Bapak Presiden, kenapa Rakyat Merdeka?”.

Yousri pun menjawab dengan diplomatis. Kalau Rakyat Merdeka, semuanya dianggap merdeka. Padahal, kata dia, ada aturan soal kemerdekaan. Owalah.. kirain apa Pak.

Beri Komentar