Sumber: Shutterstock.com
Dream - Saat berpuasa, kita harus menahan diri bukan hanya dari makan dan minum, namun juga dari segala perbuatan maksiat lainnya. Sebab, selain menambah dosa, hal tersebut juga dapat menggugurkan maupun mengurangi pahala puasa.
Oleh karena itu, Nabi Muhammad saw menegaskan bahwa puasa merupakan tameng sekaligus benteng pertahanan penting dari segala perbuatan buruk, hingga panasnya api neraka.
Dikutip dari NU Online, diriwayatkan dalam sebuah hadis mengenai hal tersebut yang artinya: “ Imam Ahmad dan Imam an-Nasai meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, sesungguhnya Nabi Muhammad saw bersabda, ‘Puasa adalah tameng’,”
Imam Ahmad bin Hajar al-Haitami atau yang dikenal Imam Ibnu Hajar dalam kitabnya yang berjudul Ithafu Ahlil Islam bi Khususiyyatis Shiyam, menuliskan bahwa junnatun berarti perlindungan atau penutup.

Maksudnya, puasa tersebut dapat menjadi pelindung, penutup, atau benteng bagi orang yang berpuasa dari api neraka. Dalam penjelasan lain, puasa dapat melindungi orang dari berbagai syahwat yang membahayakan baginya.
Sementara itu, Al-Qadli ‘Iyadl, sebagaimana dikutip Imam Ibnu Hajar, bahwa puasa menjadi benteng dari perbuatan-perbuatan yang mengandung dosa.
Namun, dalam hadis lain disebutkan bahwa terdapat dua syarat puasa dapat menjadi benteng bagi orang yang melakukannya.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam An-Nasai, dan Imam Ibnu Majah, dari Utsman bin Abi Al-‘Ash, yang artinya.
“ Puasa merupakan benteng dari neraka, seperti benteng salah satu dari kalian dari perang, selagi benteng tersebut tidak dibakar dengan kebohongan dan ghibah.”
Hadis di atas menunjukkan bahwa puasa dapat menjadi benteng bagi orang yang berpuasa apabila ia tidak melakukan kebohongan dan ghibah saat sedang berpuasa. Sebab, dua hal tersebut dapat membakar, merusak, dan menghapus benteng tersebut.
Imam Ibnu Hajar menegaskan bahwa puasa yang menjadi benteng dari neraka, perbuatan dosa, hingga azab Allah merupakan puasanya orang yang selamat dari perkara-perkara maksiat, baik berupa ucapan ataupun pekerjaan.
Berikut ini adalah jadwal buka puasa 8 Ramadan 1444 Hijriah atau Kamis 30 Maret 2023 di wilayah Jakarta dan 5 kota lainnya.





