Jamaah Haji Dilarang Kurbankan Unta

Reporter : Eko Huda S
Minggu, 27 Juli 2014 16:04
Jamaah Haji Dilarang Kurbankan Unta
Imbauan tersebut dikeluarkan untuk mencegah penyebaran Sindrom Pernapasan Timur Tengah atau MERS.

Dream - Jamaah haji tahun ini dilarang mengurbankan unta saat menjalankan rukun Islam ke lima itu di Mekah. Imbauan dikeluarkan untuk mencegah penyebaran Sindrom Pernapasan Timur Tengah atau MERS.

Menurut Direktur Ilmiah Laboratorium Pusat Penelitian Ternak (CVRL) di Dubai, Ulrich Wernery, tim peneliti mengeluarkan rekomendasi itu untuk menjamin pelayanan kesehatan Arab Saudi kepada jamaah haji.

Para peneliti yakin bahwa unta merupakan hewan yang menjadi penyebar utama virus Corona, penyebab MERS yang mematikan. Dan Werney merupakan salah satu peneliti yang terlibat dalam menyelidiki penyebaran virus itu di Uni Emirat Arab.

Pada April silam, Werney menghadiri konferensi di Riyadh, Saudi, yang merupakan bagian dari komite ahli kesehatan. Dalam konferensi itu, para ahli juga merekomendasikan pelarangan jamaah haji untuk menjadikan unta sebagai hewan kurban.

" Unta bisa dikurbankan di bagian lain negara, tapi tidak harus dilakukan oleh jamaah selama penyelenggaraan haji," kata Werney dikutip Dream dari The National, Jumat 25 Juli 2014.

" Orang-orang juga disarankan untuk tidak menyentuh atau memeluk unta. Mereka mungkin bis aberfoto, tapi harus menjaga jarak dua hingga tiga meter."

Sekitar 1,3 juta ekor hewan, mulai unta, sapi, kambing, dan domba, dikurbankan selama penyelenggaraan ibadah haji di Mekah. Biasanya, hewan-hewan tersebut disembelih sendiri oleh jamaah haji selama Hari Raya Idul Adha. Tahun ini akan dilakukan tanggal 13 Oktober.

Jamaah haji juga diimbau untuk melakukan pencegahan diri agar tidak tertular virus Corona. " Jamaah haji biasanya sangat ramai dan menciptakan lingkungan yang berisiko tinggi bagi mereka," kata Kepala Bagian Penyakit Menular Rumah Sakit King Fahad, Arab Saudi, Mushira Enani.

Dia merekomendasikan agar para peziarah mengenakan masker wajah di tempat-tempat ramai, mencuci tangan, dan menggunakan sanitisers tangan, secara teratur.

" Kami menyarankan peziarah menjaga keseimbangan makanan, kebiasaan tidur yang sehat, menjalankan tindakan pencegahan penyakit menular, menjaga kebersihan diri dan pernapasan, dan menghindari jabat tangan dengan orang-orang yang sakit," tambah Enani. (Ism)

Beri Komentar