Presiden Jokowi
Dream - Evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Hubei Tiongok pada hari ini, Minggu, 2 Februari 2020 berjalan dengan lancar. Seluruh warga bakal menjalani karantina serta pemeriksaan kesehatan secara detail di Kepulauan Natuna.
Karantina juga dilakukan pada para tim penjemput, termasuk awak pesawat dan tim kesehatan. Kasus penyebaran virus corona yang total sudah menelan sekitar 249 jiwa, akhirnya membuat Presiden Jokowi mengeluarkan tiga keputusan.
" Mengikuti perkembangan wabah virus korona ini, Indonesia memutuskan untuk: pertama, menunda seluruh penerbangan langsung dari dan ke daratan RRT mulai hari Rabu, 5 Februari 2020, pukul 00.00 WIB," tulis Jokowi di akun Instagramnya, Minggu 2 Februari 2020.
Ia juga memutuskan agar semua pendatang yang tiba dari daratan Tiongkok dan sudah berada di sana selama 14 hari, tidak diizinkan untuk masuk dan melakukan transit di Indonesia.

" Ketiga, kebijakan pemberian fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrival untuk warga negara RRT yang bertempat tinggal di daratan RRT untuk sementara dihentikan. Terakhir, pemerintah meminta warga negara Indonesia untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke mainland China," pesan Jokowi
Dream - Virus corona 2019Ncov yang berasal dari Wuhan, China sampai saat ini terus menelan korban. Pemerintah Indonesia memutuskan untuk segera mengevakuasi warganegara Indonesia (WNI) yang tinggal di Wuhan.

Malam tadi, 1 Februari 20120 tim evakuasi sudah diberangkatkan untuk menjemput WNI di Provinsi Hubei. Total WNI yang dijemput sejumlah 250 orang. Presiden Jokowi memaparkan hal ini dalam akun Instagramnya.
" Jumlah WNI kita yang akan kembali dengan tim penjemput adalah 250 orang, terdiri dari 245 warga dan lima tim pendahulu yang ke sana untuk mempersiapkan protokol kesehatan. Alhamdulillah, saudara-saudara kita tetap sehat dan mereka senang akan kembali ke tanah air," ungkap Presiden dalam Instagramnya.
Nantinya, sebelum kembali ke Indonesia para WNI dari Wuhan bakal menjalani pemeriksaan medis. Mereka juga harus dikarantina beberapa hari untuk memastikan dalam kondisi sehat sesuai dengan protokol sebelum mereka kembali ke keluarga.

" Misi penjemputan ini adalah misi yang sangat mulia, yang akan dijalankan dengan penuh kedisiplinan. Dalam pesawat penjemput ini, kita juga mengirimkan berbagai peralatan untuk pemerintah Tiongkok melalui Hubei Charity Foundation, seperti masker dan surgical unit. Mohon doa seluruh rakyat Indonesia, untuk tim penjemput, untuk warga," pesan Jokowi
Dream - Jokowi mengatakan bahwa proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di China akan dilakukan Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi dan kementerian terkait.
" Kemarin sore sudah kami putuskan dalam rapat terbatas bahwa saya sudah perintahkan untuk segera mengevakuasi warga negara Indonesia yang ada di Wuhan dan sekitarnya. Ini dikoordinir oleh Menteri Luar Negeri bersama seluruh menteri terkait," kata Jokowi, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 31 Januari 2020.
Presiden bernama lengkap Joko Widodo tersebut menambahkan, selain Indonesia, negara lain juga ingin mengevakuasi warganya dari China. Antrean evakuasi WNI di China, kata dia, sudah berada di depan.
" Masih dalam proses. Masih kita proses karena yang ingin evakuasi bukan hanya Indonesia saja. Tetapi antrean kita sudah di depan," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, mengungkap rencana evakuasi WNI yang masih terjebak di provinsi Hubei, China. Para WNI sejak pekan lalu sudah memohon untuk segera dijemput pemerintah.
Retno berkata evakuasi akan dilakukan dalam 24 jam dan tanpa transit.
" Keberangkatan pesawat penjemput bersama tim akan dilakukan dalam waktu kurang dari 24 jam dengan pesawat berbadan lebar agar semua WNI yang bersedia dievakuasi dapat diterbangkan secara langsung tanpa melalui transit," ujar Retno.
Otoritas China disebut telah menggelar clearance untuk tim evakuasi yang akan menolong WNI. Tetapi, Retno tak menjelaskan di mana pesawat akan mendarat.
Sesampainya di Indonesia, maka WNI Wuhan akan melalui pengecekan kesehatan.
" Persiapan di beberapa titik di Hubei terutama di Wuhan saat ini terus berjalan sementara itu persiapan penerimaan di Indonesia juga terus dilakukan sesuai prosedur dan protokol kesehatan yang berlaku," kata Retno.
Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham