Dulu Dipaksa Kembali ke Kota Usai 29 Tahun Hidup Sendiri di Pulau Terpencil, Begini Nasib Kakek Ini Sekarang

Reporter : Nur Ulfa
Minggu, 26 Juni 2022 20:01
Dulu Dipaksa Kembali ke Kota Usai 29 Tahun Hidup Sendiri di Pulau Terpencil, Begini Nasib Kakek Ini Sekarang
Kakek itu sangat bahagia bisa kembali lagi

Dream - Ini kisah tentang Masafumi Nagasaki. Pria 86 tahun itu dulu tinggal sendirian di pulau terpencil Sotobanari, Kepulauan Yaeyama. Masafumi tinggal terisolasi dari dunia luar selama 29 tahun.

Dia merasa sangat senang tinggal di pulau tersebut karena bisa bebas melakukan apapun, termasuk tidak menggunakan baju.

Hanya saja pada tahun 2018, Masafumi diminta pemerintah Jepang untuk kembali ke kota dan meninggalkan pulau tersebut.

Akan tetapi selama keluar dari pulau terpencil itu, Masafumi merasa tidak bahagia. Kakek pensiuanan tersebut ingin kembali lagi ke pulau Sotobanari.

1 dari 2 halaman

Kini setelah berhasil memperjuangkan haknya, Masafumi akhirnya bisa kembali ke pulau tersebut. Seorang penjelajah asal Spanyol,a Alvaro Cerezo, juga ikut membantu Masafumi untuk bisa kembali ke pulau terpencil itu.

" Kami mengadakan pertemuan selama sekitar tiga minggu dengan dokternya dan pihak berwenang setempat, dan mereka akhirnya setuju untuk mengizinkan kami membawanya kembali," kata Cerezo.

Walau ada pertentangan, dengan memberikan alasan yang kuat Masafumi bisa kembali ke pulau Sotobanari dan dia merasa sangat bahagia.

" Jelas mereka menentang membiarkan dia mati di pulau itu. Segera setelah kami memberi tahu dia rencananya, dia melompat kegirangan dan menangis karena rasa terima kasih," katanya.

2 dari 2 halaman

Masafumi juga sangat bersyukur perjuangannya selama ini untuk bisa kembali ke rumahnya itu bisa terwujud.

" Wajahnya berseri-seri seperti anak kecil yang bersemangat ketika dia tahu dia akan kembali," ujarnya.

Pertemuan pertama Cerezo dan Masafumi terjadi pada saat penjelajah asal Spanyol itu menjelajahi pulau-pulau terpencil untuk perusahaannya pada 2014. Ia sempat tinggal bersama Masafumi selama beberapa hari.

Saat mengetahui Masafumi tak lagi menghuni pulau Sotobanari, Kepulauan Yaeyama, ia langsung mendatangi Masafumi dan mencoba untuk menggalang dukungan.

" Dia selalu mengatakan dia ingin mati di pulau itu, jadi mendengar dia dipaksa pergi sangat sulit," imbuhnya.

sumber:dailystar.co.uk

Beri Komentar