Kapolri: 25 Personel Diperiksa Diduga Hambat Penanganan TKP Kasus Brigadir J, 3 Perwira Tinggi Bintang Satu

Reporter : Nabila Hanum
Kamis, 4 Agustus 2022 19:59
Kapolri: 25 Personel Diperiksa Diduga Hambat Penanganan TKP Kasus Brigadir J, 3 Perwira Tinggi Bintang Satu
25 personel tersebut telah diperiksa Tim Khusus karena diduga tidak profesional dalam penanganan TKP kasus Brigadir J.

Dream - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 25 personel Polri terkait kasus terbunuhnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

25 personel tersebut telah diperiksa Tim Khusus karena diduga tidak profesional dalam penanganan TKP kasus Brigadir J.

" Ini kita periksa terkait dengan ketidakprofesionalan dalam penanganan TKP dan juga beberapa hal yang kita anggap itu membuat proses olah TKP dan juga hambatan-hambatan dalam hal penanganan TKP dan penyidikan. Yang tentunya kita ingin semua berjalan dengan baik," jelas Sigit dalam konferensi pers di Mabes Polri, Kamis 4 Agustus 2022.

1 dari 5 halaman

25 personel tersebut, kata Sigit, terdiri dari tiga jenderal bintang satu dan lima kombes. Ada juga dua perwira dengan pangkat kompol hingga memeriksa tamtama juga bintara.

" Personel dari kesatuan Div Propam, Polres, dan juga beberapa personel dari Polda dan Bareskrim," kata dia.

Kapolri mengatakan, akan mengeluarkan Telegram Rahasia (TR) khusus menyusul pemeriksaan terhadap 25 personel polisi dilakukan tim khusus dipimpin Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Agung Budi Maryoto.

" Malam ini akan saya keluarkan TR khusus untuk memutasi," kata Sigit

Dia berjanji apabila 25 personel tersebut terbukti melanggar kode etik maka akan segera mendapatkan hukuman. Begitu juga pelanggaran pidana, maka akan ditindak tegas.

" Dan tentunya apabila ditemukan adanya proses pidana, kita akan memproses pidana yang dimaksud," ujar dia.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan Bharada E sebagai tersangka kasus tewasnya Brigadir J.

2 dari 5 halaman

Terungkap Sosok Bharada E yang Sebenarnya: Tak Mahir Menembak, Bukan Ajudan Irjen Ferdy Sambo

Dream - Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Edwin Partogi Pasaribu, mengungkap latar belakang tersangka Bharada Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.

Ia mengatakan, tak benar Bharada E mahir menembak dan menjadi ajudan Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo.

Hal itu diketahui berdasarkan pemeriksaan terhadap Bharada E sebagai tindak lanjut melayangkan surat permohonan perlindungan kepada LPSK pada Jumat, 29 Juli 2022.

" Bharada E ini bukan ADC atau ajudan. Bukan, sprin (surat penugasan) Bharada E ini sopir," ucap Edwin, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 4 Juli 2022.

3 dari 5 halaman

" Kemudian dia baru pegang pistol, November tahun lalu. Latihan menembak itu Maret 2022 di Senayan. Berdasarkan informasi yang kami dapat Bharada E bukan termasuk kategori mahir menembak," imbuhnya.

Edwin menjelaskan, latar belakang Bharada E itu didapat berdasarkan konfirmasi dari pihak-pihak lain yang menjadikan sandaran pembanding informasi LPSK dalam menindaklanjuti permohonan tersebut.

" Soal menembak ini, kami dapat informasi lain yang diperoleh yang bisa dipercaya," ucapnya.

Edwin mengatakan, perihal keterangan untuk menembak Bharada E dikonfirmasi pihaknya. Menyusul berbagai informasi terkait Bharada E sosok ajudan yang baru bertugas tujuh bulan dari kesatuan Detasemen Brimob Cikeas yang disebut sniper.

4 dari 5 halaman

" Bukan belajar menembak, dia bukan sniper ahli tembak. Kan, ada banyak pemberitaan dia sniper. Informasi yang kami peroleh dia tidak masuk standar itu, bukan kategori penembak yang mahir gitu sajalah," katanya.

Apa yang diperoleh LPSK, berbeda dengan keterangan sebelumnya dari Polres Jakarta Selatan yang menyebut Bharada E bukan penembak biasa. Bharada E disebut penembak nomor 1 di Resimen Pelopor Korps Brimob. Sehingga, ia piawai dalam hal memegang senpi.

Sementara untuk keterangan sprin soal sopir yang ditugaskan Bharada E, lanjut Edwin, didapat dari hasil konfirmasi langsung ketika melangsungkan pemeriksaan terhadapnya.

 

5 dari 5 halaman

" Ya, itu keterangan dari Bharada E. Jadi di antara 8 orang anggota Polri yang melekat ke Pak Sambo menurut Bharada E, tiga di antaranya sprinnya (surat perintah_ adalah driver)," sebutnya.

Sementara untuk sprin Brigadir J yang dikatakan sebagai sopir Istri Kadiv Propam, Edwin malah mendapatkan keterangan kalau dia yang bertugas sebagai ajudan, sama seperti Brigadir Deden.

" Ya informasi yang kami peroleh, ya kalau J itu ADC. ADC yang cukup lama di Pak Sambo bersama Deden. Jadi J sama Deden sudah melekat ke Pak Sambo 2 tahun," tuturnya.

Beri Komentar