Siska Icun Sulastri Tewas Di Kamar Apartemennya (Foto: Pojosatu.id)
Dream - Polisi masih mendalami pengakuan HD, tersangka pembunuhan Siska Icun Sulastri. Terutama tentang keterangan yang menyebut Siska akan membayar Rp2 juta untuk kencan mereka.
" Ini masih kami dalami. Ini masih simpang siur," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar, dikutip dari pojoksatu.id, Jumat, 21 Desember 2018.
Menurut Jafar, ada keterangan yang berbeda. Ada keterangan yang menyebut bahwa Siska berjanji akan membayar HD. Tapi ada petunjuk yang mengarah bahwa justru HD akan membayar Siska.
" Itu yang masih kami dalami, yang benar yang mana karena (tersangka) ini belum sempat kami periksa," sambung Indra.
Polisi, tambah Indra, juga akan mendalami penolakan HD untuk berhubungan intim sebelum Siska membayar Rp2 juta. Dalam keterangan awal, HD mengklaim bahwa Siska sempat mengancam akan memberi tahu istri HD tentang pertemuan ini.
HD boleh saja mengaku enggan melayani Siska karena belum dibayar. Namun fakta di tempat kejadian perkara, jasad Siska ditemukan tanpa busana dengan sejumlah bekas tusukan.
" Ini masih kami dalami (soal korban tanpa busana). Untuk sekarang, kita belum memeriksa sampai sejauh itu. Yang jelas motif, semuanya kami akan lakukan pemeriksaan mendalam dan akan kita cocokan, kita sesuaikan dengan bukti yang ada," ucap Indra.
Dream - Kasus pembunuhan Siska Icun Sulastri menghebohkan masyarakat. Janda cantik berusia 34 tahun ini meninggal setelah dihabisi HD, pemuda 20 tahun yang merupakan teman kencannya.
Jasad Siska ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Unit GD Tower A Apartemen Kebagusan City, Pasarminggu, Jakarta Selatan, Selasa 18 Desember 2018. Sejumlah luka terlihat di beberapa bagian tubuhnya.
Kematian Siska menimbulkan duka mendalam bagi kerabatnya. Apalagi, dia baru sembilan hari bertunangan. Wanita asal Kampung Talaga, Desa Sirnaresmi, Sukabumi, Jawa Barat, itu rencananya akan melangsungkan pernikahan tahun depan.
Berikut ini sejumlah fakta pembunuhan Siska Icun Sulastri:
1. Tunangan Sambangi Apartemen
Tante Siska, Aan, sempat curiga lantaran putri pasangan Endun dan Siti itu tak bisa dihubungi. Pesan lewat ponsel tak terjawab.
Kecurigaan itu membuat calon suaminya menyambangi apartemen Siska. Sang tunangan sudah dua hari tak bisa menghubungi telepon seluler Siska.
Calon suami Siska sempat menemukan pintu apartemen tertutup rapat. Dia kemudian melapor ke petugas keamanan apartemen.
" Saat dibuka pintu apartemennya, mereka kaget bukan kepalang. Lantaran, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," kata Aan, dikutip dari pojoksatu.id, Jumat, 21 Desember 2018.
2. Barang-barang Siska Hilang
Saat ditemukan, terdapat sejumlah luka di beberapa bagian tubuh Siska. Selain itu, sejumlah barang milik Siska juga raib.
" Seperti perhiasan emas berupa kalung, cincin, gelang kaki, dan dua buah handphone dan iPhone," ujar Aan.
Keponakan Siska, Sri Novianti, 28 tahun, mengatakan bahwa tantenya pergi ke Jakarta untuk mengadu nasib. Menurut dia, Siska bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) kosmetika.
" Katanya, dia lagi cari uang dulu ke Jakarta buat menghidupi keluarganya. Namun sayang, ia meninggal dunia dengan kondisi memprihatinkan," ujar Sri.
Sri mengenal Siska sebagai sosok perempuan baik-baik. Siska juga dia sebut sebagai panutan bagi keluarganya.
" Kami sebagai keluarga ingin pelaku ini segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya," ucap dia.
Kasatreskrim Polres Jakarta Selatan, Kompol Andi Sinjaya, mengatakan, Siska mengajak HD untuk berkencan di kamar apartemennya, Minggu 16 Desember 2018. HD dijanjikan uang sebesar Rp2 juta oleh Siska.
" Koban ini janjian untuk kencan di lokasi kejadian melalui aplikasi chatting," kata Andi.
HD tiba di kamar apartemen milik Siska sekitar pukul 17.30 WIB. HD dijemput Siska di dekat kolam renang apartemen.
Sesampai di kamar apartemen, HD menagih uang yang dijanjikan Siska. Permintaan itu ditolak. Siska justru meminta HD menemaninya terlebih dahulu.
Setelah perdebatan cukup sengit, Siska mengancam HD. Siska akan melapor ke istri HD soal kencan mereka. Pertengkaran pun terjadi.
" Korban menjambak pelaku, kemudian keduanya berkelahi," ujar Andi.
HD kemudian mengambil pisau di dekat televisi di kamar korban. Sempat terjadi aksi rebutan pisau hingga baju yang dikenakan korban terlepas. HD beberapa kali menusuk Siska.
" Setelah korban diam dan dinyatakan tewas, kemudian pelaku meninggalkan korban dengan membawa dompet korban, dua HP korban, dan pisau," ucap Andi.
Sumber: Pojoksatu.id