Covid-19 Melonjak, Indonesia Khawatir Kehabisan Tabung Oksigen Seperti India

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 25 Juni 2021 07:00
Covid-19 Melonjak, Indonesia Khawatir Kehabisan Tabung Oksigen Seperti India
"Ya seperti India mengalami seperti itu," kata Maxi Rein Rondonuwu.

Dream - Kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Tingkat keterisian rumah sakit makin meningkat, kebutuhan oksigen pun ikut naik.

Meski demikian, Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu, mengatakan, saat ini pasokan oksigen secara nasional masih mencukupi. Tetapi dia khawatir dengan ketersediaan tabung penyimpanan jika sampai kasus terus meninggi.

" Sampai saat ini stok oksigen kita di nasional cukup, Jakarta cukup, nasional cukup. Yang dikhawatirkan kasusnya kalau tidak terkendali, ya tentu ada batasnya," ujar Maxi, dalam diskusi disiarkan kanal YouTube FMB9ID_IKD.

Menurut Maxi, oksigen relatif mudah diproduksi. Tetapi, akan timbul masalah jika terjadi kekurangan pada tabung. " Tabungnya yang saya khawatir, tabungnya itu kan mesti ada," kata dia.

1 dari 4 halaman

Seperti India

Dia pun mencontohkan kasus di India yang mengalami kekurangan tabung oksigen. Sementara stok oksigennya tersedia. " Ya seperti India mengalami seperti itu," kata dia.

Maxi kemudian menjelaskan oksigen dapat diproduksi menggunakan konsentrat dan memanfaatkan udara bebas. Berbeda dengan tabung yang produksinya tidak mudah.

Menurut Maxi, lonjakan Covid-19 yang terjadi saat ini hanya bisa diatasi dengan kerja sama Pemerintah dan masyarakat. Masyarakat harus menaati protokol kesehatan lebih ketat lagi, sedangkan pemerintah pusat hingga daerah menguatkan tracing dan testing.

" Jangan kendur menerapkan protokol kesehatan. Pakai masker, menjaga jarak, dan tentu yang kami harapkan pemerintah daerah lakukan sebanyak mungkin testing dan tracing," kata dia.

2 dari 4 halaman

Langkah Kemenperin Amankan Pasokan Oksigen Medis Selama Lonjakan Covid-19

Dream - Kementerian Perindustrian mengantisipasi kemungkinan lonjakan permintaan gas oksigen untuk kebutuhan medis di tengah lonjakan kasus Covid-19. Selain para pebisnis, Pemerintah Daerah juga akan diajak berkoordinasi menjamin kebutuhan gas tersebut.

Kapasitas produksi gas oksigen di Indonesia saat ini mencapai 650 juta ton per tahun. Sebanyak 300 juta ton per tahun terintegrasi dengan pengguna.

Sementara utilisasi rata-rata industri gas oksigen sekitar 80 persen karena sangat tergantung lokasi. Untuk tahun ini, hingga Juni 2021 tercatat sudah ada tujuh juta liter oksigen yang dipesan.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan sudah membahas dengan asosiasi terkait kekurangan-kekurangan oksigen di beberapa rumah sakit di Jawa Tengah.

" Mereka akan menyuplai dari pabrik-pabrik di Jawa Barat dan Jawa Timur. Kami akan terus memastikan kebutuhan oksigen di rumah sakit terpenuhi dan sudah disanggupi oleh asosiasi,” ujar Agus.

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita© Setkab.go.id

3 dari 4 halaman

PLN dan Pemda Diminta Koordinasi

Tak hanya asosiasi, Menperin juga meminta PLN untuk memastikan pasokan listrik untuk industri berjalan lancar dan tak ada gangguan. Kepastian ini diperlukan karena mesin produksi di industri gas oksigen butuh waktu delapan jam untuk kembali beroperasi setelah listrik padam.

Terkait suplai logistik gas oksigen untuk medis, Agus meminta diberikan dispensasi bagi truk tangki yang membawa oksigen pada jalan-jalan tertentu menuju RS yang membutuhkan. Permintaan ini diajukan karena beberapa jalur tidak bisa dilalui truk tangkis oksigen karena ketentuan bobot muatan.

Pasokan oksigen medis selama ini dipasok dalam bentuk cair dan selanjutkan diolah oleh pengelola rumah sakit yang sudah memiliki instalasi gas oksigen.

 

4 dari 4 halaman

Pasokan untuk RS dan Faskes Akan Diutamakan

Untuk ketersediaan tabung, Agus mengungkapkan jumlah tabung oksigen di Jawa Tengah hingga saat ini masih mencukupi. Namun dia memastikan tabung milik produsen dan stok di Jawa Barat dan Jawa Timur bisa digunakan bisa terjadi kekurangan.

Kepada Pemda, Menperin meminta agar terus dilakuan pemutakhiran data kebutuhan oksigen di daerah, terutama RS yang menampung pasien COVID-19. Dengan cara tersebut, pemerintah bisa memastikan agar pasokan oksigen sesuai dengan kebutuhan daerah dan rumah sakit setempat.

Hingga saat ini, Agus memastikan gas oksigen untuk kebutuhan industri dan medis masih terkendali. Dengan adanya prioritas penanganan Covid-19, pasokan gas untuk industri akan diberikan setelah kebutuhan rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang menangani pasien Covid-19 terpenuhi.

Beri Komentar