Kabid Humas Polda Metro Jaya Raden Argo Yuwono
Dream - Unjuk rasa di kantor Kemendagri yang berujung ricuh kemarin membuat 15 orang ditahan. Polisi menegaskan, bahwa yang dilakukan massa ternyata bukan demonstrasi.
" Itu bukan demo ya, tapi mereka itu memang ada di Kemendagri berkaitan dengan kasus yang ada di MK (Mahkamah Konstitusi)," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Jakarta, semalam.
Letak gedung MK berada di samping gedung Kemendagri Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Sementara 15 orang yang diamankan oleh polisi karena ricuh di Gedung Kemendagri ternyata tidak melakukan unjuk rasa.
Kericuhan itu bermula ketika sekitar 30 massa yang mengatasnamakan Barisan Merah Putih Tolikara tiba-tiba masuk ke gedung yang dipimpin Tjahjo Kumolo itu. Mereka diduga simpatisan Calon Bupati Tolikara, Papua di Pilkada 2017.
Saat berada di sana, massa mengaku ingin bertemu dengan Pak Menteri. Tetapi, Tjahjo berhalangan hadir dan mendelegasikan orang lain untuk menemui massa yang kebanyakan mahasiswa dari Papua itu.
" Yang berangkutan ingin bertemu, tapi Mendagri tidak bisa. Kemudian yang anak dari Papua ini salah paham sehingga bisa jadi seperti itu (ricuh)," ucap Argo.
Kejadian itu pun membuat beberapa karyawan Kemendagri mengalami luka-luka di bagian kepala dan harus menjalani perawatan medis.
" Pegawai hanya korban saja, ada 15 ya. Lima (orang) dirawat di RSPAD dan sepuluh (orang) dirawat di Poliklinik di sana (Kemendagri)," ucap dia.
Akibat peristiwa, beberapa fasilitas yang ada di Gedung Kemendagri mengalami kerusakan seperti pot bunga, pecahan kaca, komputer. Selain itu, ada juga kaca mobil yang terparkir di kompleks gedung Kemendagri pecah.
Wartawan Jadi Korban
Wartawan MNC Media Budi Mulyawan jadi korban kericuhan di gedung Kemendagri. Budi sudah melaporkan tindakan kekerasan yang dialaminya ke Polda Metro Jaya.
" Saya tadi sudah melapor ke SPKT Polda Metro Jaya. Jadi tinggal nunggu hasilnya," kata Budi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 11 Oktober 2017.
Selain mengalami pemukulan, kamera yang digunakan untuk merekam peristiwa itu pun turut dirusak oleh massa. " Pas saya mau ngambil gambar, terus tiba-tiba kamera saya dipatahkan," ucap dia. (ism)