Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Vaksin Covid-19 dinanti di seluruh negara demi meredakan pandemi yang sudah berlangsung sejak Januari 2020. Indonesia terlibat dalam fase uji klinis tahap 3 dari vaksin produksi Sinovac, perusahaan vaksin yang berbasis di China.
Sebanyak 1.620 orang terlibat, bahkan yang mendaftar menjadi relawan uji klinis mencapai 2.200 orang. Ketua Tim Riset Uji Klinis Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Bandung, Prof. Kusnadi Rusmil menyampaikan apresiasinya.
" Alhamdulillah yang mendaftar 2.200, semua ingin ikut bepreran dengan kesadaran sendiri, karena cinta dengan Indonesia. Saya terima kasih sekali atas peran serta masyarakat, dan juga dalam uji klinis ini tanpa disangka pemimpin di Jawa Barat juga ikut, Panglima, Kapolda, Jaksa Tingi, Wali Kota, memberi contoh," ujar Prof Kusnadi, dalam siaran langsung di Youtube FMB9ID_ IKP , 21 Oktober 2020.
Ia juga mengungkap membuat vaksin harus melalui tahapan standar dan uji validitas data yang ketat. Kolaborasi dari berbagai negara dan pihak membuat pembuatan vaksin Covid-19 jadi lebih cepat.
" Bikin vaksin itu dengan teknik tertentu sehingga vaksin menghasilkan antibodi. Biasanya kita bikin vaksin cukup lama, oleh karena ini pandemi WHO juga minta cepat, biasanya 15 tahun kita bikin 10 bulan," ungkap Prof Kusnadi.
Waktu yang cepat tak lantas membuat keamanan vaksin diabaikan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga melakukan inspeksi langsung ke pabrik Sinovac di China untuk memeriksa secara detail keamanan dan kekhasiatan.

" BPOM mengawal melalui inspeksi secara periodik ke site penelitian. Tujuannnya memastikan uji klinis dijalankan sesuai standar keamanan," kata Dr. Lucia Rizka Andalusia,
Direktur Registrasi Obat BPOM dalam acara yang sama.
Tim riset uji klinis dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran sangat berpengalaman dalam melakukan uji klinis vaksin. Hingga saat ini tim telah melakukan 26 kali uji klinik sehingga dipercaya oleh Sinovac untuk melakukan penelitian di Indonesia.
Tim yang diketuai oleh Profesor Kusnad terus memberi laporan secara periodik kepada BPOM terkait penelitian yang sedang berlangsung. Data uji klinis inilah yang akan jadi acuan BPOM untuk mengeluarkan izin penggunaan dan pendistribusian.
" Kita lihat dulu data uji klinisnya, data ini dapat memberikan pembuktian vaksin tersebut berkhasiat dan aman, efek sampingnya. Oleh karena itu saat pengjuian tadi validitas datanya harus dijaga agar valid agar mendapat persetujuan. Juga didukung data mutu produk," ungkap Lucia
Vaksin memang sudah dalam tahap uji klinis. Meski demikian masyarakat harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan agar tidak tertular Covid-19. Pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak serta hindari kerumunan.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream – PT Bio Farma (Persero) optimistis uji klinis bisa berjalan baik hingga tahun depan. Perusahaan farmasi pelat merah yang memantau perkembangan pemberian vaksin pada ribuan relawan ini melaporkan tak ada hambatan berarti selama proses uji klinis.
“ Alhamdulillah, belum ada indikasi yang menghambat uji klinis. Kami optimistis uji klinis ini bisa selesai sampai akhir Januari nanti,” kata Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, dalam “ Dialog Produktif: Perkembangan Terkini Uji Klinis Vaksin Covid-19” melalui live streaming Youtube, Rabu 21 Oktober 2020.

Merujuk pada laporan terakhir pada Jumat pekan lalu, suntikan pertama calon vaksin Covid-19 telah diberikan kepada 1.620 relawan. Sementara 1.074 relawan lain sudah mendapatkan sunrikan kedua dan 671 relawan yang sedang diambil darahnya setelah suntikan kedua.
Direncanakan awal Januari 2021, Bio Farma akan melaporkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar bisa mendapatkan izin penggunaan kepada masyarakat luas.
“ Setelah vaksin mendapatkan uji klinis dan hasilnya dianggap bagus, bisa diberikan kepada masyarakat untuk kondisi emergency,” kata dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, menjelaskan pengadaan vaksin oleh pemerintah akan memegang prinsip melindungi seluruh masyarakat. Pemerintah tidak ingin masyarakat terbebani dengan harga vaksin saat sudah produksi massal.
" Tentunya Pemerintah tidak ingin memberatkan masyarakat," ujar Wiku.
Vaksin Covid-19 dari Sinovac rencananya diproduksi PT Bio Farma secara massal setelah uji klinis tahap III dinyatakan berhasil. Nantinya, Bio Farma akan memproduksi vaksin ini sebanyak 17 juta dosis per bulan.
![]()
Menurut Wiku, skema penyebaran vaksin dijalankan berdasarkan skala prioritas mengingat kapasitas produksi yang terbatas. Skala prioritas ditetapka mengacu pada kelompok berisiko tinggi tertular Covid-19 seperti dokter, perawat, dan tenaga kesehatan.
" Nanti ada pertimbangan tersendiri apakah diberikan kepada orang yang berisiko tinggi dan juga diberikan ke daerah," kata Wiku.
Sementara, Corporate Secretary Bio Farma, Bambang Heriyanto, mengatakan saat ini harga vaksin berada di kisaran Rp200 ribu. Tetapi, itu masih harga perkiraan dan terdapat kemungkinan bisa di atas atau di bawahnya.
Bambang menjelaskan penetapkan harga vaksin diperoleh dengan memperhitungkan biaya balak vaksin dari Sinovec yang kemudian diproses di Biofarma.
" Ini baru kisaran saja, harga bisa di atas atau di bawah nantinya (setelah diperhitungkan secara detail)," kata Bambang.
Bio Farma telah melakukan sejumlah persiapan produksi vaksin Covid-19 secara massal setelah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Kapasitas produksi akan ditetapkan secara bertahap.
" Sekitar 16 juta dosis sampai 17 juta dosis per bulan yang bisa diproduksi tergantung waktu suplai dari Sinovac," terang Bambang, dikutip dari Covid19.go.id.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.