Kakek Beli Selimut tapi Uang Kurang, Jawaban Penjual Buat Haru

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 27 Desember 2017 15:25
Kakek Beli Selimut tapi Uang Kurang, Jawaban Penjual Buat Haru
Kisah tentang sedekah ini dapat menjadi cermin bagi kita.

Dream - Sudah menjadi pemahaman bagi umat Islam, bersedekah adalah amalan yang sangat dianjurkan. Berbagi dengan sesama memiliki manfaat luar biasa terutama bagi si penerima.

Tetapi, sedekah juga sangat dianjurkan untuk diberikan dengan cara yang patut. Tidak dengan cara menyakiti.

Kisah tentang seorang pria tua dan penjual selimut ini bisa menjadi cermin tentang bagaimana cara bersedekah tanpa harus menyakiti orang lain.

Suatu hari, seorang pria tua berpakaian lusuh masuk ke sebuah toko. Dia hendak membeli selimut untuk keluarganya.

Belum sempat mengutarakan maksudnya, para pengunjung melihat pria itu dengan cara yang aneh. Tetapi, tidak demikian halnya dengan si pemilik toko.

" Cari apa, Pak?" tanya pemilik toko.

" Saya mau beli selimut enam helai untuk keluarga saya, tapi..." kata pria itu.

" Saya hanya punya uang 100 riyal, apa cukup untuk membeli enam helai selimut?" lanjut pria tersebut.

" Tentu cukup, Pak. Saya punya selimut bagus dari Turki, harganya 20 riyal saja, kalau bapak beli lima, saya beri tambahan satu helai," kata pemilik toko.

Pria tua itu bergembira. Dia menyerahkan 100 riyalnya, lalu membawa pulang enam helai selimut.

 

1 dari 1 halaman

Mengapa Dijual Murah?

Rekan dari pemilik toko mendengar perbincangan itu. Dia lalu bertanya mengapa selimut bagus itu dijual dengan harga yang sangat murah.

" Tidak salah? Kau bilang selimut itu yang paling bagus dan mahal yang ada di tokomu ini. Kemarin kau jual kepadaku 450 riyal. Sekarang kau jual kepada lelaki tua itu 20 riyal?" kata rekan pedagang selimut itu.

" Benar. Memang harga selimut itu 450 riyal, dan aku menjualnya padamu tidak kurang dan tidak lebih. Tetapi kemarin aku berdagang dengan manusia. Sekarang aku berdagang dengan Allah," kata pemilik toko.

Selengkapnya...

Beri Komentar