Interaksi dengan Warga Selandia Baru Positif Corona, 9 WNA di Bali Diobservasi

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 4 Maret 2020 09:00
Interaksi dengan Warga Selandia Baru Positif Corona, 9 WNA di Bali Diobservasi
Warga Selandia baru tersebut terbang dari Teheran, Iran.

Dream - Sembilan warga negara asing (WNA) yang berada di Bali menjalani observasi dari instansi terkait. Langkah tersebut diambil setelah kesembilan WNA itu berinteraksi dengan seorang warga Selandia Baru yang positif terinfeksi virus corona.

Warga negara Selandia Baru yang terinfeksi sempat transit di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Sembilan WNA tersebut ditemukan duduk berdekatan dengan warga negara Selandia Baru. Mereka berinteraksi dengan percakapan tunggal dan tidak berbicara langsung.

" Kami sudah tindaklanjuti ada contact rap dari kasus ini. Kebetulan dia transit di Bandara (I Gusti Ngurah Rai). Kita lakukan contact tracing (pelacakan) kepada penumpang yang ada di depan dua dan dua di belakang dan ini kami sudah ketahui di mana keberadaannya," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya, Selasa, 3 Maret 2020.

Warga Selandia Baru yang positif virus corona atau Covid-19 diketahui berusia 60 tahun dan duduk di kursi nomor 37. Dia terbang dari Teheran, Iran, ke Auckland menggunakan maskapai Emirates Airline dengan nomor penerbangan EK 450 Rabu, 26 Februari 2020.

1 dari 5 halaman

Dimonitor

Kemudian, untuk sembilan WNA yang berinteraksi telah dikoordinasikan kepada pihak hotel untuk karantina di sejumlah hotel yang ditempati mereka di Bali selama 14 hari.

" Yang kontak rap ini sudah kami identifikasi ada di tiga tempat dan kami lakukan monitor. Tentu dengan waktu masa 14 hari seusai masah inkubasi yang terpanjang," kata dia.

Suarjaya juga mengatakan, untuk sembilan warga asing itu dari pengawasannya dalam keadaan sehat. Tetapi, mereka tetap di monitor sepanjang waktu selama 14 hari sejak warga Selandia Baru dinyatakan positif.

Selain itu, mereka juga telah diambil sample-nya untuk dilakukan tes laboratorium. Kemudian, diminta untuk mengurangi aktifitasnya.

" (Mereka) orang asing semua, kita sudah komunikasikan bahwa sebagai kontak rap mereka mematuhi sebagai standar protokol WHO. Petugas kesehatan surveilans kami mengawasi (mereka) sepanjang waktu sampai 14 hari ke depan," ujar Suarjaya.

 

2 dari 5 halaman

Masih Menunggu Pelacakan

Kementerian Kesehatan segera menelusuri riwayat perjalanan Warga Negara (WN) Selandia Baru yang dikabarkan positif virus corona (Covid-19) ke Imigrasi Denpasar, Bali. Alasannya, WN Selandia Baru tersebut sempat transit di Bali sebelum dinyatakan positif terjangkit virus asal Wuhan, China itu.

" Masih nunggu tracking imigrasi," ucap Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto saat dihubungi Liputan6.com, Jumat, 29 Februari 2020.

Sebagai informasi, Selandia Baru mengkonfirmasi kasus virus corona pertama di negaranya, Jumat 28 Februari 2020. Perempuan berusia sekitar 60 tahun itu terbang dari Iran dengan tujuan Auckland. Dia sempat transit di bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Setibanya di Auckland pada Rabu, 26 Februari 2020, perempuan itu merasa tak enak badan. Dia pun dirujuk ke rumah sakit dan dinyatakan positif virus corona.

(Sumber: Merdeka.com/Moh Kadafi)

3 dari 5 halaman

Agar Kasus 1 dan 2 Corona Tak Jadi Wabah, Ini Langkah Pemerintah

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pemerintah melacak semua orang yang berinteraksi dengan pasien kasus 1 dan kasus 2. Upaya pelacakan ini untuk mencegah penyebaran virus corona, Covid-19.

" Mencegah jangan sampai titik awal penularan ini, tidak menjadi wabah di dalam negeri," ucap Jokowi, dilaporkan Kompas TV, Selasa, 3 Maret 2020.

Jokowi mengatakan, pemerintah telah melakukan pengawasan terhadap semua orang yang berhubungan dengan kasus 1 dan kasus 2.

Selain pengawasan terhadap orang yang berinteraksi, Jokowi meminta masyarakat untuk tetap tenang dan beraktivtas normal. Dia mengingatkan, pasien Covid-19 di China, Jepang, Iran, dan Italia dapat sembuh.

" Kita tidak perlu terlalu ketakutan masalah ini, tetapi tetap harus hati-hati dan waspada dalam beraktivitas. Kita meyakini bisa ditangani," ujar dia.

Sebelumnya, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto mengatakan, sudah memeriksa dua orang yang berinteraksi dengan pasien kasus 1 dan kasus 2. Dua orang itu merupakan pembantu dan kakak dari pasien positif corona.

Hasil laboratorium, dua orang tersebut negatif virus corona. Selain itu, Kementerian Kesehatan juga melacak teman-teman dari pasien positif virus corona.

" Kemudian juga akan kita tracking di teman-temannya yang pasti, 50 orang multinasional. Kita coba akan tracking," ucap dia.

4 dari 5 halaman

Kronologi Terungkapnya 2 Orang di Depok Positif Virus Corona

Dream - Ibu dan anak yang tinggal di Depok, Jawa Barat, dinyatakan positiif terinfeksi virus Corona, Covid-19. Terjangkitnya dua orang tersebut merupakan kasus pertama infeksi Covid-19 di Indonesia.

" Tadi pagi saya dapat laporan dari Pak Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona," kata Jokowi, dikutip dari Liputan6.com, Senin 2 Maret 2020.

Menurut Jokowi, kasus ini terungkap setelah ada laporan warga negara Jepang yang positif terjangkit Covid-19 usai berkunjung ke Indonesia. Pemerintah kemudian menelusuri jejak siapa saja yang kontak dengan warga Jepang tersebut.

" Begitu ada informasi bahwa orang Jepang yang ke Indonesia kemudian tinggal di Malaysia dan dicek di sana positif corona, tim dari Indonesia langsung telusuri," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

" Orang Jepang ke Indonesia bertamu ke siapa, bertemu siapa ditelusuri dan ketemu. Ternyata orang yang terkena virus corona berhubungan dengan dua orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun," kata dia.

5 dari 5 halaman

Berdasar keterangan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, kedua orang yang positif Covid-19 tersebut telah dirawat intensif di Rumah Sakit Sulianti Saroso, Jakarta Utara. Terawan memastikan prosedur untuk penanganan pasien terinfeksi Corona sudah dilakukan.

" Kami sudah cek, kami bawa. Sudah melakukan isolasi rumah. Sesuai prosedur kami lakukan, menjaga rumahnya. Jadi sudah terdeteksi dari 1 Maret kami lakukan, begitu dengar berita, kami lakukan penelusuran, kami lakukan pemeriksaan," kata Terawan.

Dia menjelaskan, kedua orang itu melakukan kontak langsung dengan warga negara Jepang yang sebelumnya positif terjangkit virus Corona.

" Karena ini kan kontak langsung, ini kan kita cek. Kalau enggak close kontak, itu berbeda. Kita mengacu pada epidologis, mana yang paling memungkinkan," ucap Terawan.

Sumber: Liputan6.com/Nafiysul Qodar

Beri Komentar