Presiden Korea Utara Kim Jong-un (NDTV)
Dream - Korea Utara (Korut) mengkonfirmasi kasus pertama Covid-19 setelah tiga tahun pandemi berlangsung.
Infeksi virus ini ditemukan di Ibu Kota Pyongyang yang merupakan pusat pemerintahan. Akibatnya, Korea Utara menetapkan situasi darurat nasional setelah lebih dari tiga tahun berhasil mencegah kemunculan kasus Covid-19.
Media nasional, KCNA melaporkan bahwa Presiden Korea Utara, Kim Jong Un, saat ini fokus menghilangkan sumber penularan Covid-19 dalam waktu sesingkat-singkatnya.
" Karena kesadaran politik masyarakat yang tinggi, kami pasti akan mengatasi keadaan darurat dan berhasil melaksanakan program karantina darurat," katanya dikutip dari NDTV, Kamis 12 Mei 2022.
Kim juga menyerukan kontrol perbatasan yang lebih ketat dan tindakan penutupan wilayah (lockdown).
" Kim Jong-un juga memberi tahu seluruh warga untuk sepenuhnya menghentikan penyebaran virus jahat dengan menutup secara menyeluruh wilayah mereka di semua kota dan kabupaten di seluruh negeri" , bunyi laporan KCNA.
Korea Utara selama ini menolak tawaran vaksinasi dari WHO, China dan Rusia. Akibatnya kini tak ada satu pun warga Korut yang telah divaksin Covid-19 di tengah kemunculan kasus pertama.
Korut kini sangat rentan mengalami lonjakan Covid-19 mengingat wilayahnya dikelilingi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi beberapa waktu terakhir.
Media Korea Selatan, NK News melaporkan bahwa wilayah Pyongyang telah ditutup atau lockdown selama dua hari.
" Beberapa sumber juga telah mendengar laporan tentang 'panic buying' karena ketidakpastian kapan lockdown akan berakhir," tulis situs tersebut.