Ada Kelalaian, Tragedi Kanjuruhan Dinaikkan ke Tahap Penyidikan

Reporter : Okti Nur Alifia
Selasa, 4 Oktober 2022 11:34
Ada Kelalaian, Tragedi Kanjuruhan Dinaikkan ke Tahap Penyidikan
Adapun pasal yang dipakai yakni Pasal 359 KUHP dan Pasal 360 KUHP.

Dream - Bareskrim Polri menaikkan status kasus kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, ke tahap penyidikan. Polri menemukan adanya indikasi kelalaian dalam tragedi terbesar sepanjang sejarah dunia sepak bola di Indonesia yang menyebabkan 125 orang meninggal dunia.

" Dari hasil pemeriksaan tersebut yang melakukan gelar perkara dari hasil gelar perkara meningkatkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, dikutip dari merdeka.com, Selasa 4 Oktober 2022.

Adapun pasal yang dipakai yakni Pasal 359 KUHP, “ Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.”

Kemudian, Pasal 360 KUHP berbunyi " Barangsiapa karena kesalahannya menyebabkan orang luka berat dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya lima tahun atau hukuman kurungan selama-lamanya satu tahun."

1 dari 3 halaman

" Tim hari ini melakukan pemeriksaan terkait Pasal 359 dan Pasal 360 KUHP dengan melakukan pemeriksaan 20 orang saksi," jelas Dedi.

Dinaikkannya kasus tragedi di Stadion Kanjuruhan dari penyelidikan ke tahap penyidikan, kepolisian meyakini adanya dugaan tindak pidana dalam kejadian tersebut.

Untuk diketahui, Polri memastikan update total korban meninggal dunia sehak Minggu, 2 Oktober 2022 malam, telah mencapai 125 orang.

" Korban meninggal dunia 125 orang," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo dalam keterangannya, Senin, 3 Oktober 2022.

Selain data 125 orang meninggal, Polri juga mendata ada sebanyak 21 orang mengalami luka berat dan 304 orang luka ringan. Sehingga sejauh ini total korban telah mencapai 455 orang.

 

2 dari 3 halaman

Panglima TNI Akan Pidanakan Tentara yang Pukul Suporter Saat Tragedi Kanjuruhan

Dream - Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa, memastikan akan memidanakan prajuritnya bila terbukti melakukan tindakan kekerasan kepada suporter dalam kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

" Jadi kita tidak akan mengarah pada disiplin, tidak. Tetapi pidana karena memang itu sudah sangat berlebihan," kata Andika Perkasa usai rapat di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta, Senin 3 Oktober 2022.

Kericuhan terjadi setelah pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya. Polisi menyebut 125 orang tewas dalam tragedi Sabtu 1 Oktober 2022 itu. Setelah insiden itu, beredar rekaman prajurit TNI memukul supporter dalam peristiwa kerusuhan tersebut.

Menurut Andika, aksi prajuritnya dalam video itu bukanlah tindakan mempertahankan diri. Dia mengatakan, tindakan yang dilakukan prajurit dalam video yang viral itu merupakan bentuk penyerangan kepada suporter, sehingga masuk ke tindak pidana.

" Yang terlihat viral kemarin itu bukan dalam rangka mempertahankan diri atau misalnya bukan. Itu termasuk bagi saya masuk ke tindak pidana. Karena orang lagi, mungkin juga tidak berhadapan dengan prajurit tapi diserang," jelas Andika.

3 dari 3 halaman

Andika akan menelusuri video tersebut. Dia juga mempersilakan masyarakat yang mengirimkan video-video lain yang menunjukkan tindakan kekerasan aparat TNI saat tragedi Kanjuruhan.

" Kita satuan akan telusuri dulu. Biarkan kami tuntaskan sampai dengan besok sore. Kita janji. Kami juga sambil menunggu nih apabila ada video-video lain yang bisa dikirim ke kami," ujarnya.

andika perkasa© Liputan6.com/Angga Yuniar

" Siapa tahu ada penonton yang saat itu juga mengambil video yang bisa jadi bahan melengkapi investigasi dan proses hukum," sambung Andika.

Beri Komentar