Dream - Sebuah lubang misterius berukuran raksasa muncul di tengah tambak ikan di wilayah Guangxi Zhuang, China. Lubang itu dengan cepat menyedot air dan 25 ton ikan-ikan yang hidup di dalamnya.
Dikutip Dream dari laman The Sun, Kamis 31 Maret 2016, lubang misterius itu muncul awal pekan ini. Melihat tambak mengering dan seluruh ikan peliharaan sirna, sang pemilik –bernama Yang– hanya bisa garuk-garuk kepala.
Yang tercengang dan meratapi kerugian yang harus dia tanggung. Akibat lubang raksasa itu, dia harus menanggung kerugian setara Rp 1 miliar.
Belum diketahui sebab-musabab kemunculan lubang itu. Namun, para penggemar teori konspirasi sudah menerka-nerka. Seperti yang sudah-sudah, mereka menerka lubang itu karena ulah alien yang muncul dari dalam Bumi.
Menurut Scott Waring, penulis situs UFO Sightings Daily, lubang itu muncul karena keluar atau masuknya UFO. “ Jika ini sebuah sinkhole, mengapa ini memiliki kemiringan sisi 90 derajat,” tulis dia.

Apapun itu, yang jelas tambak raksasa yang menyerupai danau itu kini kering. Ikan-ikan yang diharapkan Yang bisa dipanen sirna. Turut tersedot lubang misterius itu.
“ Aku pertama kali tahu ketinggian air turun pada pukul 4 pagi saat aku memeriksa tambak,” kata Yang.
Dan dalam waktu beberapa jam, tambak itu berubah seperti lapangan, karena mengering. Airnya tersedot lubang. “ Pada pukul 9 pagi, hampir semua air dan ikan-ikanku hilang –tersedot sinkhole.”
Orang-orang bleh saja menganalisa dengan berbagai teori, seperti kemunculan UFO. Bagi Yang, beda lagi. Dia yakin lubang itu muncul akibat aktivitas penambangan di dekat tambaknya. (Ism)
© Dream
Dream - Sejumlah lubang atau kawah misterius terus bermunculan di daerah Siberia, Rusia. Padahal, para ilmuwan belum bisa menjelaskan secara pasti terbentuknya kawah misterius yang muncul di kawasan Semenanjung Yamal, yang muncul beberapa waktu lalu.
Seperti dikutip Dream dari laman Daily Mail, Rabu 30 Juli 2014, kawah ke dua ditemukan di Distrik Taz, Yamal, dengan diameter sekitar 15 meter. Dalamnya diperkirakan 60 meter hingga 100 meter.
Sementara kawah ke tga ditemukan di Semenanjung Taymyr, tepatnya di kawasan Kransoyark, dengan diameter sekitar empat meter. Menurut penduduk lokal, lubang tersebut terbentuk 27 September 2013.
Kedua kawah terakhir ditemukan oleh para penggembala rusa yag hampir terjerembab ke lubang raksasa itu. Sementara, kawah pertama yang telah membetot perhatian dunia terletak sekitar 32 kilometer dari pabrik eksplorasi gas di Bovanenkov.

Sumber: Daily Mail
Dua lubang yang ditemukan belakangan memang ukurannya lebih kecil. Namun, bentuk ke tiga lubang misterius ini relatif sama. Dengan kemunculan dua lubang ini, tantangan bagi ilmuwan Rusia untuk memecahkan teka-teki terbentuknya kawah-kawah misterius ini semakin bertambah.
Sebelumnya, sejumlah terori mengemuka untuk menjelaskan kawah-kawah raksasa yang misterius ini. Mulai tumbukan meteorit ke bumi, keberadaan alien, hunjaman rudal, buatan manusia, hingga ledakan gas metan atau gas di dalam bumi.
Namun, banyak ilmuwan yang meyakini terbentuknya kawah raksasa ini akibat memuainya gas di dalam labisan es di bawah tanah karena perubahan suhu, atau lebih tepatnya karena pemanasan global. Namun, belum ada kesimpulan yang pasti.
Semenanjung Yamal atau yang dalam bahasa bahasa lokal berarti 'ujung bumi' memang kaya akan gas alam. Daerah di ujung utara Rusia ini menjadi tambang utama gas alam bagi negeri Beruang Merah itu.
© Dream
Dream - Sejumlah teori telah mengemuka untuk menjelaskan munculnya lubang misterius di Siberia, Rusia. Mulai dari alien, tumbukan meteorit ke bumi, hunjaman rudal, hingga ledakan yang ditimbulkan oleh memuainya gas dalam tanah akibat pemanasan global. Teori terakhir paling banyak diyakini oleh para ilmuan.
Meski demikian, para ilmuan tetap tak puas dengan teori tersebut. Sehingga mereka kembali ke lubang itu untuk mencari jawaban atas keragu-raguan itu. Tak hanya datang, mereka ternyata juga melongok ke dalam lubang raksasa di Semenanjung Yamal, daerah yang secara harfiah berarti ujung bumi, ini.
Dikutip Dream dari laman The Siberian Times, Rabu 23 Juli 2014, para ilmuan kembali meneliti lubang misterius tersebut setelah datang pada Rabu pekan lalu. Ekspedisi pertama di lokasi mengambil gambar di sekitar bibir lubang yang tampak hitam. Namun kali ini para ilmuan menggunakan satelit Rusia untuk memastikan bagaimana lubang raksasa itu terbentuk, termasuk bagian dalamnya.

Dinding lubang menghitam
Sumber: The Siberian Times
Dari penelitian lebih lanjut itu, diketahui bahwa lubang tersebut memiliki kedalaman sekitar 70 meter. Di bagian dasarnya terlihat semacam danau es, terlihat juga air yang mengucur, mengikis tanah di dalam. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa ukuran lubang ini tdak selebar perkiraan sebelumnya, yaitu berdiameter antara 50 sampai 100 meter.
Ilmuan Senior dari Pusat Penelitian Negara untuk Penelitian Artik, Andrey Plekhanov, mengatakan kawah ini lebih berbentuk oval, bukan lingkaran bundar sempurna. Sehingga sangat sulit untuk menentukan ukuran diameter secara pasti. " Sampai sekarang perkiraan kami (diameternya) sekitar tiga puluh meter," tutur Plekhanov.
" Jika kita mencoba untuk memastikan diameter bersama-sama dengan emisi tanah, yang disebut tembok pembatas, maka diameternya hingga enam puluh meter. Kawah ini lima puluh hingga tujuh puluh meter," tambah dia.
Para peneliti tidak bisa sampai masuk ke dasar danau es, namun hanya bisa masuk ke dalam lubang tersebut. " Ada es di dalam kawah yang mencair secara bertahap di bawah matahari," ujar Plekhanov.
" Juga ada air mengucur pada sisinya, Anda dapat melihat jejak air pada gambar. Kawah ini terdiri dari es sekitar delapan puluh persen."

Danau es di dasar lubang misterius Siberia
Sumber: The Siberian Times
Sebelumnya, para peneliti juga telah mengambil sampel tanah dan es dan kemudian menelitinya di laboratorium. " Kami bisa yakin mengatakan bahwa kawah ini muncul relatif baru, mungkin dalam satu atau dua tahun lalu. Sehingga ini merupakan informasi baru, kita tidak bicara tentang kejadian puluhan tahun silam," kata Plekhanov.
Para ilmuan, kata dia, harus melanjutkan penelitian untuk memastikan apakah lubang itu benar-benar terbentuk karena letupan akibat memuainya gas yang dipengaruhi oleh perubahan suhu gara-gara pemanasan global.
Pada dua musim panas sebelumnya, 2012 dan 2013, memang suhu di Yamal relatif panas. Mungkin ni yang menurut Plekhanov menyebabkan pembentukan lubang tersebut. " Tapi kami harus melakukan tes dan penelitian pertama dan kemudian menyimpulkannya dengan lebih tepat," ujar dia.
Namun, terori yang paling mungkin untuk menjelaskan terbentuknya lubang itu saat ini adalah adanya energi dari dalam, bukan dari luar. " Untuk sekarang kami dapat mengatakan dnegan pasti bahwa di bawah pengaruh proses internal ada injeksi di permafrost atau lapisan es. Saya ingin menekankan bahwa ini bukanlah ledakan, tapi injeksi, sehingga tidak ada panas yang dilepaskan seperti yang terjadi," kata Plekhanov.
Dia mengutip penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan pada tahun 1980-an. Penelitian itu telah ditinggalkan dan dilupakan selama beberapa tahun. " Teori itu menyebut bahwa sejumlah danau di Yamal terbentuk karena proses alami persis seperti yang terjadi pada lapisan es."
" Seperti proses yang terjadi sekitar 8.000 tahun lalu. Mungkin ini terulang sekarang. Jika teori ini benar, kita dapat mengatakan bahwa kita telah menyaksikan proses alam yang unik yang membentuk lanskap yang tidak biasa di Semenanjung Yamal," tambah Plekhanov.

Mulut lubang dilihat dari dekat/ The Siberian Times
Memang para ilmuan menduga lubang itu terbentuk karena proses alami. Sebab, tidak ditemukan dampak antropogenik, atau dampak dari campur tangan manusia, di dekat kawah. Kecuali jejak kereta luncur dan kaki-kaki rusa.
Sehingga Plekhanov mengatakan, " Jika lubang ini hasil bencana buatan manusia dihubungkan dengan pemompaan gas, peristiwa ini mungkin akan terjadi lebih dekat dengan ladang gas." Namun ini jaraknya sekitar 30 kilometer dari ladang gas alam.
Dia juga menolak teori yang menyebut lubang itu terbentuk karena UFO masuk ke dalam bumi. " Tidak ada yang misterius terkait lubang itu. Tidak ada yang aneh atau tidak bisa dijelaskan di sana, (nyatanya) kami kembali dengan selamat," tambah Plekhanov.
Meski demikian, dia mengaku baru kali ini melihat fenomena seperti ini. " Saya tidak pernah melihat apapun seperti ini, meskipun saya telah datang ke Yamal berulang kali." (Ism)
© Dream
Dream - Teka-teki kawah raksasa yang tiba-tiba muncul di kawasan Siberia, Rusia bagian utara, akhirnya terkuak. Setelah melakukan penelitian, para ilmuwan menyimpulkan bahwa kawah misterius yang menganga dengan diameter 100 meter itu bukan disebabkan karena tumbukan meteorit.
Dikutip Dream dari laman Daily Mail, Sabtu 19 Juli 2014, kawah itu terjadi karena kelebihan tekanan gas, karena di daerah tersebut mengalami perubahan suhu. Peneliti dari Pusat Penelitian Ilmiar Artik, Andrei Plekhanov, mengatakan daerah di sekitar lubang itu memang kaya akan gas alam.
Karena suhu di sekitarnya berubah, maka terjadilah tekanan gas di dalam tanah dan menyebabkan letupan. Sebelum membuat kesimpulan ini, Plenkhanov dan peneliti lain telah melakukan observasi ke Semenanjung Yamal itu pada Rabu yang lalu.
Menurut Plenkhanov, 80 persen material di sekitar dari lubang itu adalah es. Sehingga temuan ini membantah dugaan kemungkinan tumbukan meteorit yang menyebabkan terbentuknya lubang raksasa itu.
Para ahli lebih berkeyakinan kawah itu terbentuk karena faktor pemanasan global. Gas di bawah permukaan tanah terlepas, yang kemudian meledak seperti gabus sampanye. Sementara aksen gelap di dalam lingkaran lubang itu mengindikasikan kebakaran hebat yang menghanguskan dinding-dinding lubang.
Sementara itu, Anna Kurchatova, ilmuwan dari Pusat Penelitian Sub-Artik, mengatakan material di sekitar kawah itu terbentuk dari campuran antara air, garam, dan gas, yang memicu ledakan di bawah tanah akibat pemanasan global. Gas terakumulasi di dalam es yang bercampur dengan pasir di bawah permukaan dan kemudian bercampur dengan garam.
Pada 10 ribu tahun silam, daerah ini merupakan lautan. Pemanasna global kemungkinan telah menyebabkan lelehnya es di bawah permukaan, melepaskan gas dan menyebabkan efek ledakan seperti gabus penutup boto sampanye. (Ism)
© Dream
Dream - Awal tahun ini, tiga lubang aneh yang muncul di Semenanjung Yamal dan Taymyr telah mengegerkan ilmuwan dunia. Lubang-lubang itu telah memberikan teka-teki kepada para bagaimana mereka muncul. Namun para ilmuwan punya penjelasan ilmiah untuk menjelaskan terbentuknya ketiga lubang itu.
Sejumlah spekulasi muncul. Sebagian kalangan menyebut kemungkinan adanya tumbukan meteorit ke bumi sehingga terbentuk ketiga lubang itu. Kalangan lain bahkan menduga adanya alien dari luar angkasa yang tinggal di lubang itu. Yang lain lagi memprediksi lubang itu terjadi karena ada roket yaang jatuh di lokasi dekat dengan kutub utara itu. [Baca juga: Lubang Raksasa Misterius Muncul di Ujung Utara Bumi]
Namun pada akhirnya para ilmuan mulai sepakat jika lubang itu terbentuk karena ledakan gas yang terdapat di bawah lapisan tanah. Gas-gas itu meledak karena adanya perubahan panas yang tidak biasa, baik dari permukaan maupun di bawah lapisan tanah. [Baca juga: Menguak Isi Lubang Misterius di Ujung Utara Bumi]
" Pemanasan dari permukaan karena kondisi iklim panas yang tidak biasa, dan dari bawah karena jalur patahan geologi, menyebabkan pelepasan hydrat yang besar," kata ilmuwan dari Trofimuk Institute of Petroleum-Gas Geology and Geophysics di Novosibirsk, sebagaimana dikutip Dream dari The Siberian Times, Senin 13 Oktober 2014.
Gas hidrat adalah campuran antara gas hidrokarbon dengan liquid water yang menjadi bentuk solid menyerupai salju basah. Hidrat mengandung molekul gas, terutama metan. Gas ini berada di wilayah permafrost (lapisan es), seperti Siberia utara, tetapi juga ada di bawah beberapa lautan.
" Unsur utama –dan ini adalah teori kerja kami untuk menjelaskan lubang Yamal– adalah pelepasan gas hidrat," kata ilmuwan Vladimir Potapov. " Ini ternyata ada gas hidrat, baik di dalam lapisan tanah yang sangat dalam dan di bawah permukaan tanah yang dangkal." [Baca juga: Misteri Lubang Raksasa di Ujung Utara Bumi Akhirnya Terkuak]
Meski demikian, para ilmuwan ini menduga ada faktor lain yang juga menjadi pemicu terjadinya ledakan yang meyebabkan terbentuknya lubang-lubang aneh itu. " Mungkin ada faktor lain, yang bisa memicu ledakan udara. Masing-masing faktor bersatu dan gas meledak, menyebabkan munculnya lubang," tambah Potapov.
Dia menekankan bahwa lubang-lubang itu terletak di persimpangan dua patahan tektonik. Semenanjung Yamal merupakan tempat yang cukup aman dari aktivitas kegempaan, namun daerah lubang itu sesungguhnya memiliki kehidupan tektonik yang sangat aktif.
" Itu berarti bahwa suhu di sana lebih tinggi dari biasanya," kata Potapov. Ditambah lagi, cuaca musim panas yang hangat baru-baru ini telah mencairkan gas yang terperangkap di dalam lapisan tepat di bawah permukaan.
Para ilmuwan menyebut penjelasan tentang pembentukan lubang-lubang di Siberia ini kemungkinan juga bisa menjelaskan hilangnya kapal dan pesawat yang hilang secara misterius di kawasan Segitiga Bermuda. Area yang dianggap angker itu membentang dariwilayah perariran luar Inggris di Samudra Atlantik Utara ke pantai Florida, hingga Puerto Riko.
Ilmuwan Rusia, Igor Yeltsov yang juga menjabat sebagai wakil kepala Institut Trofimuk, mengatakan, " Ada sebuah versi bahwa Segitiga Bermuda merupakan tempat reaksi gas hidrat." [Baca juga: Menguak `Keangkeran` Dasar Laut Segitiga Bermuda]
Gas yang mulai aktif terurai dengan metana yang berubah dari es menjadi gas. Proses ini terjadi dengan cara seperti longsoran, seperti sebuah reaksi nuklir, yang menghasilkan gas dalam jumlah besar. " Itu membuat laut panas dan kapal tenggelam di perairan yang bercampur dengan gas dalam jumlah besar," tutur Yeltsov.
" Hal yang sama [Metode] mengarah ke udara yang semakin penuh dengan metana, yang membuat suasana sangat bergolak dan menyebabkan kecelakaan pesawat," tambah Yeltsov. Namun dalam laporan yang ditulis dalam jurnal Science in Siberia menyebut kawah-kawah itu “ relatif jauh dari Segitiga Bermuda”.
Para ilmuwan melakukan penelitian secara rinci pada lubang lubang itu, termasuk mengambil sampel hingga kedalaman 300 meter. Para ilmuwan memeriksa latar belakang magnet dan radiasi di lubang itu, dan mereka tidak menemukan kelainan di sana.
Potapov mengatakan, teori mereka akan dikaji lebih lanjut. " Kita semua harus terus menunjukkan hipotesis dan menguji mereka. Lubang itu sendiri sangat menarik dari sudut pandang ilmiah," kata dia.
Dia menambahkan, ada kebutuhan untuk mengidentifikasi daerah-daerah lain di dunia, di mana ledakan gas bawah tanah tersebut dapat terjadi. " Kita juga harus memperhatikan daerah di mana hal yang sama berpotensi terjadi," ujar Potapov. (Ism)
Advertisement