Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dua lubang yang ditemukan belakangan memang ukurannya lebih kecil. Namun, bentuk ke tiga lubang misterius ini relatif sama.
Dream - Sejumlah lubang atau kawah misterius terus bermunculan di daerah Siberia, Rusia. Padahal, para ilmuwan belum bisa menjelaskan secara pasti terbentuknya kawah misterius yang muncul di kawasan Semenanjung Yamal, yang muncul beberapa waktu lalu.
Seperti dikutip Dream dari laman Daily Mail, Rabu 30 Juli 2014, kawah ke dua ditemukan di Distrik Taz, Yamal, dengan diameter sekitar 15 meter. Dalamnya diperkirakan 60 meter hingga 100 meter.
Sementara kawah ke tga ditemukan di Semenanjung Taymyr, tepatnya di kawasan Kransoyark, dengan diameter sekitar empat meter. Menurut penduduk lokal, lubang tersebut terbentuk 27 September 2013.
Kedua kawah terakhir ditemukan oleh para penggembala rusa yag hampir terjerembab ke lubang raksasa itu. Sementara, kawah pertama yang telah membetot perhatian dunia terletak sekitar 32 kilometer dari pabrik eksplorasi gas di Bovanenkov.

Sumber: Daily Mail
Dua lubang yang ditemukan belakangan memang ukurannya lebih kecil. Namun, bentuk ke tiga lubang misterius ini relatif sama. Dengan kemunculan dua lubang ini, tantangan bagi ilmuwan Rusia untuk memecahkan teka-teki terbentuknya kawah-kawah misterius ini semakin bertambah.
Sebelumnya, sejumlah terori mengemuka untuk menjelaskan kawah-kawah raksasa yang misterius ini. Mulai tumbukan meteorit ke bumi, keberadaan alien, hunjaman rudal, buatan manusia, hingga ledakan gas metan atau gas di dalam bumi.
Namun, banyak ilmuwan yang meyakini terbentuknya kawah raksasa ini akibat memuainya gas di dalam labisan es di bawah tanah karena perubahan suhu, atau lebih tepatnya karena pemanasan global. Namun, belum ada kesimpulan yang pasti.
Semenanjung Yamal atau yang dalam bahasa bahasa lokal berarti 'ujung bumi' memang kaya akan gas alam. Daerah di ujung utara Rusia ini menjadi tambang utama gas alam bagi negeri Beruang Merah itu.