Pembukaan Masjid Tahtakale Di Siprus (http://www.iha.com.tr/)
Dream - Setelah ditutup selama setengah abad, Masjid Tahtakale di Ibukota Siprus, Nicosia, akhirnya dibuka lagi. Masjid itu kembali digunakan untuk ibadah oleh umat Islam mulai Selasa 3 Juni yang lalu.
Masjid ini ditutup pada Desember 1963. Saat itu terjadi kerusuhan antarkelompok karena pergolakan politik di wilayah bekas jajahan Inggris tersebut. Sejak itu pula komunitas Turki, yang merupakan kelompok muslim minoritas, meninggalkan wilayah Tahtakale.
Empat puluh tahun silam, Siprus terbelah dua. Bagian selatan berada di bawah kekuasaan Yunani, yang kemudian disebut Siprus. Sementara bagian utara menjadi Republik Turki Siprus Utara--negara yang hanya diakui oleh Turki.
Namun, dalam urusan masjid yang terletak di bagian selatan Nicosia, Ibukota Siprus ini, batas-batas perbedaan itu memudar. Lihatlah, Grand Mufti Republik Turki Siprus Utara, Talip Atalay, menjadi imam salat saat upacara pembukaan kembali masjid ini.
" Berada di sini sangat berharga, sebagai tanda harapan bahwa rasa sakit akan sembuh suatu saat nanti dan semuanya akan berubah menuju ke arah yang lebih baik," tutur Atalay dikutip Dream dari Andalu Agency, Kamis 5 Juni 2014.
Atalay terakhir salat di Masjid Tahtakale setengah abad silam. Dan dia melihat sudah ada sejumlah bagian masjid yang hilang selama ditutup. Namun ini tak jadi soal bagi Atalay. " Yang paling penting saat ini adalah bagaimana kita di sini dan kita bisa beribadah," tutur dia.
Pembukaan masjid ini juga dihadiri oleh Pastor Sawas --ajudan Uskup Agung Gereja Ortodoks Yunani, Hrisostomos. Selain itu ada pula Klas Gierow, Duta Besar Swedia untuk Siprus yang dikuasai Yunani.
Pastor Sawas mengatakan, masjid ini sekarang dapat dimanfaatkan secara bebas berkat hubungan baik yang kembali terjalin antara kedua Siprus. " Tujuan dialog ini adalah untuk mempertahankan kebebasan beragama. Dialog ini membuka jalan untuk berkunjung ke situs agama," tutur Sawas.
Siprus adalah sebuah negara pulau di Laut Tengah bagian timur, atau sekitar 113 kilometer di sebelah selatan Turki. Lima puluh tahun silam, terjadi pergolakan politik saat Inggris akan menyerahkan Siprus ke Yunani.
Pergolakan itu berakhir setelah Siprus menjadi negara sendiri, tidak jadi di bawah Yunani. Namun pada 1974, kelompok yang didukung Yunani melakukan kudeta. Jadilah negara itu terpecah dua hingga kini.