Menengok Kota Pangeran William

Reporter : Wens
Rabu, 19 September 2018 17:09
Menengok Kota Pangeran William
Kota para pangeran, dengan kisah cinta bak drama penuh melo. Dari Jakarta, London seperti cuma di seberang batas tatapan.

Dream - Kota yang dibelah sungai raksasa. Dilewati kapal-kapal. Gedung menjulang di kiri kanan. Dengan jembatan raksasa yang benderang di malam hari, kota ini memiliki semua hal yang diburu para pelancong dari negeri manapun.

Menyimpan sekian tumpukan catatan sejarah. Didirikan kaum Romawi pada masa lampau, dengan nama Londinium, dan, hari ini dunia lebih mengenalnya dengan nama London, ibu negeri Inggris, induk dari sejumlah negara persemakmuran di seantero dunia.

Sejumlah ahli sejarah menelusuri asal-usul nama kota itu. Geoffrey, dalam Histroria Regum, menyebut nama London dibesut Raja Lud, raja Britania sebelum era Romawi. Catatan lain menyebutkan bahwa nama London berakar dari bahasa Kelt. Bahasa nenek moyang orang Britania, yang berarti tempat tinggal orang-orang Londinos.

Seorang ahli linguistik, Ricard Coates, memakai pendekatan semantik. Menelusuri asal nama kota itu dari sejarah sebuah Kata. Dia menyebut London berasal dari bahasa yang lebih kuno, ke masa paling jauh pra Kelt. Dari kata Lowondina. Berarti sungai yang teramat luas untuk diarungi.

big ben

Si ahli linguistik itu kemudian menyimpulkan, kali lebar raksasa itu mengacu pada Thames, yang hari ini mengalir membelah hutan beton dua sisi satu kota.

Dari manapun asalnya, ditempa ribuan tahun lewat sejarah yang panjang nan berliku, London kini menjelma menjadi kota raksasa. Kota supersibuk. Serba ada. Pada kota ini kita mencicipi begitu banyak hal. Bianglala di London Eye. Trafalgar. Istana Kensington. Atau bahkan Istana Buckingham.

1 dari 2 halaman

London Eye

Setiap tempat itu punya keunikan. Punya sejarahnya masing-masing. Dan tentu saja menyimpan daya pikat tersendiri bagi para pelancong dari negeri manapun.

Kita tulis beberapanya saja. Dan, marilah kita melihat London Eye. Sebuah bianglala pada sebuah taman hiburan. Inilah salah satu tempat wisata yang riuh dikunjungi para pelancong dari banyak negara. Juga para pelancong dari Indonesia, yang terbang ke sana bersama Qatar Airways. Di situ mereka menikmati sensasi bianglala paling besar sejagat ini.

london eye

Sensasi seperti terbang di ketinggian langit. Sekitar 135 meter dari tanah. Jika Anda punya kebiasaan uji nyali, cobalah datang ke sini. London Eye itu, sering pula disebut sebagai Millenium Wheel.

Kincir paling besar sedunia itu dibangun di atas sungai Thames. Sudah beroperasi semenjak 1999. Dari ketinggian awang, diterbangkan oleh Bianglala itu, Anda akan bisa menikmati keindahan kota London.

Terbang ke ketinggian langit itu, Anda akan senantiasa aman sentosa. Membuang pandangan ke seluruh kota dari kotak ruang. Full pendingin. Sonder celah seinci pun. Dan dia akan berputar dengan kecepatan sekitar, 0,26 meter per detik.

Dan, Anda tidak perlu cemas merasa mual. Atau mabuk berat. Sebab, para ahli yang mengatur perputaran Bianglala ini sudah menghitung setiap akibat, dan dengan cara yang sungguh seksama.

2 dari 2 halaman

Sunken Garden

Sesudah menikmati London Eye itu, cobalah juga beranjangsana ke Istana Kensington. Sebuah istana lama. Yang dari sejarahnya, Istana ini dibangun atas ide dan upaya para kaum perempuan kerajaan Inggris.

Itulah sebabnya, menyebut nama Istana itu selalu saja menyatu dengan nama para wanita itu. Antara lain Queen Mary, Victoria, lalu Putri Diana, yang namanya sohor ke seluruh dunia.

Sunken Garden

Istana ini ditaburi warna-warni bunga di halaman. Lihatlah Sunken Garden. Taman bunga yang memanjakan mata, menjadi semacam Oasis, yang memberi ketenangan jiwa bagi penghuni kota, dari deru dentuman kemajuan. Istana ini buka tiap hari. Dari pukul 10 pagi. Hingga pukul lima sore.

Salah satu tempat yang juga ramai dikunjungi pelancong adalah Madame Tussauds. Di situ Anda bisa berfoto dengan tokoh-tokoh terkenal. Berpose bersama dengan patung lilin para tokoh itu. Ada Ratu Inggris. Pangeran William bersama sang istri Kate Middleton.

Nah, Anda juga bisa menikmati Sungai Thames. Menelusuri kota London, lewat Sungai Thames. Kemegahan kota. Gedung mejulang. Bisa dinikmati dari dalam kapal pesiar, yang mengarungi kota ini.

Jika Anda gemar membeli barang, cobalah datang ke Portobello. Sebuah pasar antik terbesar di dunia. Ada seribu gerai di situ. Kalau Anda pelancong dan gemar dengan barang antik, itulah tujuanmu. Ada pakaian, aksesoris, dan furniture.

Jika ingin plesir ke sejumlah destinasi itu, jangan cemas tentang angkutan. Rupa-rupa jenis transportasi. Bus yang disediakan tour memang banyak. Tapi bila Anda mendampakan yang serba asli, cobalah melompar ke Routemaster, berwarna merah. Dia akan membawamu dari satu kejutan ke kejutan yang lain. Selamat mencoba.

Beri Komentar