Mengejutkan, Ini Jadinya Jika Gaun Direndam di Laut Mati

Reporter : Puri Yuanita
Minggu, 28 Agustus 2016 10:01
Mengejutkan, Ini Jadinya Jika Gaun Direndam di Laut Mati
Seorang fotografer bernama Sigalit Landau secara sengaja menenggelamkan sepotong gaun hitam ke dalam Laut Mati. Dan yang terjadi sangat mengejutkan...

Dream - Kita semua tahu bahwa Laut Mati adalah laut dengan kadar garam paling tinggi di dunia. Begitu tingginya salinitas atau kadar garam di Laut Mat membuat tanaman tidak bisa tumbuh di dalamnya.

Tapi apakah Anda pernah berpikir apa yang akan terjadi jika benda lain selain tanaman dimasukkan atau jatuh ke dalam Laut Mati?

Seorang fotografer bernama Sigalit Landau secara sengaja menenggelamkan sepotong gaun hitam ke dalam Laut Mati untuk proyek foto galeri Salt Bride.

Gaun tersebut ditenggelamkan di Laut Mati selama tiga bulan. Setelah sampai waktunya gaun tersebut diangkat, semua yang hadir terkejut.

Gaun Laut Mati

Gaun yang sebelumnya berwarna hitam telah berubah menjadi gaun yang sangat indah. Gaun tersebut seolah-olah terbuat dari kristal. Warnanya putih bersih dan berkilauan ketika ditimpa sinar matahari.

gaun laut mati

Sebelumnya, Sigalit juga melakukan eksperimen mencelupkan berbagai benda ke dalam Laut Mati. Beberapa di antaranya adalah:

1. Gulungan Kawat Berduri (2009)

2. Biola (2010)

3. Bendera (2010)

4. Jala (2011)

5. Tali Gantung (2013)

6. Sepatu (2010)

7. Dreamcatcher (2014)

8. Jaring Sintetis (2014)

9. Tumpukan Sepatu (2015)

1 dari 2 halaman

Ribuan Lubang Misterius Bermunculan di Laut Mati

Ribuan Lubang Misterius Bermunculan di Laut Mati © Dream

Dream - Saat ini terdapat ribuan lubang di tepian Laut Mati. Lubang-lubang tersebut diduga menjadi salah satu penyebab dari semakin menurunnya ketinggian air di laut yang sebenarnya di danau itu.

EcoPeace Middle East memperkirakan ada lebih dari 3.000 lubang di tepian Laut Mati yang terletak di perbatasan Yordania dan Israel.

Direktur EcoPeace, Gidon Bromberg, mengungkapkan jumlah lubang tersebut semakin bertambah dengan cepat dalam beberapa tahun terakhir.

" Lubang-lubang ini akibat dari penyalahgunaan manajemen sumber daya air di wilayah tersebut," katan Brombeg dikutip Dream.co.id dari laman Daily Mail, Senin 23 Maret 2015.

Bromberg dan timnya percaya meningkatnya jumlah lubang tersebut akibat dari makin maraknya pembangunan bendungan dan waduk di sekitar Laut Mati.

Selain itu, air dari Laut Mati juga dipompa keluar untuk diambil kandungan mineral yang ada di dalamnya seperti kalium dan bromida. Air Laut Mati juga dimanfaatkan untuk kolam renang hotel-hotel yang berdiri di sekitarnya.

Lubang pertama kali ditemukan pada tahun 1980an. Pada tahun 1990an lubang bertambah menjadi 40 dan pada tahun 2005 meningkat drastis dengan 1.000 lubang. Kini, Bromberg mengatakan, lubang bertambah hampir setiap hari.

Bromberg khawatir lubang-lubang itu akan menjadi ancaman bagi jalan dan infrastruktur yang terletak di tepian Laut Mati. Selain itu, tinggi air Laut Mati juga akan berkurang banyak sehingga danau itu terancam mengalami kekeringan.

2 dari 2 halaman

Fenomena Mengerikan di Laut Mati

Fenomena Mengerikan di Laut Mati © Dream

Dream - Fenomena mengerikan terjadi di Laut Mati. Permukaan air menyusut drastis, dengan rata-rata satu meter pertahun. Danau raksasa itu kini mengering.

Celakanya lagi, mengeringnya Laut Mati diikuti amblesnya tanah-tanah di sekitar. Alhasil, lubang-lubang rakasasa pun bermunculan. Bahkan ada yang berukuran seluas lapangan basket dan dalamnya sama dengan tinggi bangunan dua tingkat.

Amblesnya tanah menyebabkan banyak bangunan rusak. Bahkan ada yang ambruk ditelan Bumi. Jalanan rusak karena tanahnya retak-retak.

Enam bulan silam, dua jalur hutan kurma di sepanjang jalan yang membatasi Israel dan Tepi Barat Palestina, ditutup karena lubang-lubang raksasa bermunculan. Para pekerja meningalkan kebun kurma itu karena takut. Akibatnya, pohon-pohon kurma mengering dan pohonnya bertumbangan.

Tanah di sekitar Laut Mati diprediksi akan berhenti ambles apabila danau tersebut kembali terisi air. Untuk memulihkan kondisi itu, diperlukan kerjasama internasional, karena letak Laut mati berada di perbatasan Yordania dan Tepi Barat.

Namun, Dov Litvinoff, Walikota Tamar -wilayah Israel yang berada di selatan Laut Mati- mengatakan tak perlu kerjasama internasional. " Ini bukan masalah, kami bisa mengatasinya sendirian," kata Litvinoff sebagaimana dikutip Dream dari Daily Mail, Kamis 30 Juli 2015.

Faktor utama yang menyebabkan mengeringnya Laut Mati adalah sumber air alami, yang mengalir ke selatan melalui lembah sungai Yordania dari Suriah dan Lebanon, banyak digunakan untuk pertanian dan industri air minum.

Operasional pertambangan juga menyebabkan 30 kerusakan lingkungan di sana. " Relokasi infrastruktur menjadi solusi sementara," tambah Litvinoff.

Diperkirakan, butuh puluhan tahun untuk memulihkan ekologi di danau garam kuno yang berada 400 meter di bawah permukaan laut ini. Beberapa waktu lalu, Bank Dunia melakukan berbagai diskusi proyek desalinasi air dari Laut Merah untuk dipompa ke Laut Mati. Namun tak jelas kapan proyek ini akan dimulai.  Baca Juga: Dua Mahasiswi Indonesia yang Ditahan Turki Akhirnya Dibebaskan Video Pilu Bawa Jasad Istri Sejauh 12 Km Zikir & Salawat Jemaah Haji Indonesia Getarkan Masjidil Haram Mulai 30 Agustus, Pelanggar Ganjil-Genap Didenda Rp500 Ribu 138 WNI Korban Biro Haji Palsu Dipindah ke KBRI Manila

Beri Komentar