Ilustrasi
Dream – Dalam proses politik sebuah negara, kita banyak mengenal berbagai istilah, salah satunya adalah demokratisasi.
Demokratisasi adalah sebuah proses transisi ke rezim politik yang lebih demokratis. Transisi yang terjadi bisa berasal dari rezim otoriter ke demokrasi, dari sistem politik otoriter ke semi-demokrasi, atau dari sistem politik semi-otoriter ke demokrasi.
Fenomena demokratisasi banyak digunakan sebuah negara untuk menjelaskan fenomena politik lainnya, misal dalam bidang ekonomi atau keterlibatan sebuah negara dalam konflik atau perang.
Terjadinya demokratisasi bisa dipengaruhi berbagai faktor, termasuk sejarah, pembangunan ekonomi, dan masyarakat madani. Diharapkan demokratisasi dapat menjamin rakyat agar memiliki hak memilih dan suara dalam sistem politik negaranya.

Secara singkat, demokratisasi adalah sebuah proses pendemokrasian segenap rakyat agar ikut serta dalam pemerintahan melalui perwakilannya (dewan) atau turut serta dalam berbagai kegiatan masyarakat ataupun kenegaraan, secara langsung atau tidak, serta mengutamakan persamaan hak, kewajiban, dan perilaku bagi seluruh warga negara.
Proses menuju demokratisasi memang bukanlah perkara yang mudah dilaksanakan. Ada proses pengembalian hak-hak rakyat dari pemerintahan otoriter ke pemerintahan demokrasiyang perlu dilalui. Dan proses ini meliputi banyak aspek, seperti kegiatan politik, kebudayaan, ekonomi dan lain sebagainya.
Untuk mengawalinya, demokratisasi biasanya dimulai dengan adanya kebebasan rakyat dalam berbagai kegiatan. Kebebasan ini mencakup bebas berpendapat, dan pluralisme yang makin berkembang
Sebenarnya ada banyak hal yang turut serta memengaruhi terjadinya demokratisasi di sebuah negara, misalnya dalam bidang ekonomi, budaya, sejarah dan lainnya. Berikut beberapa faktornya:
Pendapatan per-kapita
Salah satu faktor yang mempengaruhi demokratisasi adalah pendapatan per-kapita. Sebuah penelitian menunjukkan fakta bahwa peningkatan pembangunan ekonomi memengaruhi terjadinya transisi ke demokrasi (teori modernisasi) atau menguatkan negara demokrasi yang sudah ada.
Penelitian lainnya menemukan bahwa pembangunan ekonomi juga mendorong demokratisasi meski hanya dalam jangka menengah (sekitar 10-20 tahun). Demokratisasi dapat memperkuat pemimpin petahana, namun akan membuatnya kesilitan mewarisi negara kepada penerusnya setelah berakhirnya masa jabatan.
Kesetaraan Sosial
Menurut Daron Acemoglu dan James A.Robinson, kesetaraan sosial menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi demokratisasi di sebuah negara. Semakin rendah pendapatan yang dimiliki, maka semakin rendah pula peluang demokratisasi terjadi.

Budaya
Banyak pihak mengklaim kebudayaan tertentu lebih mudah menerima nilai demokratisasi ketimbang kebudayaan lainnya. Budaya barat dinilai ‘lebih layak’ menikmati demokrasi dibanding budaya lainnya. Di era modern, negara non-barat mulai menanamkan demokratisasi di negaranya, seperti India, Jepang, Indonesia, Namibia, Botswana, Taiwan, dan Korea Selatan.
Intervensi asing
Negara-negara yang menganut sistem demokrasi biasanya memiliki sejarah pernah mengalami intervensi militer. Contohnya seperti intervensi antara Jepang dan Jerman pasca-Perang Dunia II.
Dalam hubungan internasional, demokratisasi merupakan salah satu aspek penting yang paling dapat diterima oleh masyarakat internasional.
Demokratisasi dianggap mampu menekankan norma budaya,kepercayaan, dan toleransi yang mendasari demokrasi. Selain itu, demokratisasi juga dapat digunakan demi mencegah konflik, dan menguatkan hubungan budaya dan ekonomi antar negara-negara yang menganut sistem ini.
Jika dinilai dari sejarah masa lalunya, demokratisasi sangat penting bagi negara-negara yang telah mengalami periode konflik yang berkepanjangan. Berkembangnya kepercayaan, toleransi dan kerjasama akan memungkinkan terjadinya proses resolusi konflik yang lebih stabil.
Sumber Beyond Intractability dan dari berbagai sumber