Misteri Kilatan Cahaya di Permukaan Bumi Akhirnya Terungkap

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 20 Mei 2017 12:02
Misteri Kilatan Cahaya di Permukaan Bumi Akhirnya Terungkap
Para peneliti awalnya mengira kilatan cahaya itu pantulan air. Tetapi...

Dream - Satelit Galileo yang meluncur pada 1990 untuk mengelilingi Bumi dalam perjalanan menuju Jupiter menangkap kilatan cahaya misterius di permukaan Bumi. Selang 25 tahun kemudian, Observatorium Iklim Luar Angkasa (DSCOVR) yang terjebak di antara Bumi dan matahari juga menangkap kilatan cahaya yang sama.

DSCOVR menangkap lebih dari 800 kilatan ini antara 2015 dan 2016. Awalnya tak ada yang mengetahui aktivitas kosmik itu.

Hingga akhirnya, misteri kilatan cahaya itu akhirnya diketahui wakil ilmuwan proyek DSCOVR di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard milik NASA. Alexander Marshak.

Dia melihat kilatan cahaya yang terkadang muncul di atas lautan itu saat memeriksa hasil kamera on-board DSCOVR yang disebut Earth Polychromatic Imaging Camera (EPIC).

Tetapi, Marshak sebenarnya bukan orang pertama yang melihat kilatan cahaya itu.

 

1 dari 2 halaman

Dugaan yang Meleset

Dugaan yang Meleset © Dream

Awalnya, astronom Carl Sagan, melihat kilatan cahaya di atas lautan Bumi saat mempelajari gambar dari Galileo. Saat itu, Sagan menduga sinar matahari yang dipantulkan lautan. Tetapi, penjelasan Sagan tak banyak memuaskan publik dan pemerhati sains.

Pemerhati sains yang memperhatikan kemudian menanyakan kilatan cahaya ke Marshak.

Marshak dianggap sebagai orang yang tepat untuk dihubungi jika muncul pertanyaan mengenai gambar kamera EPIC. Jadi Marshak kembali memeriksa gambar Galileo serta gambar dari EPIC.

" Kami juga menemukan kilatan cahaya yang sangat terang di daratan. Ketika pertama kali melihatnya, saya pikir mungkin ada air di sana, atau danau yang memantulkan matahari. Tapi kilatan cahayanya cukup besar, jadi bukan begitu," kata Marshak kepada Orlando Sentinel.

 

2 dari 2 halaman

Kilatan itu Ternyata....

Kilatan itu Ternyata.... © Dream

Oleh karena air bukan sumber kilatan cahaya itu, Marshak membentuk tim. Dia bergabung dengan Tamas Varnai dari Universitas Maryland, Baltimore County, dan Alexander Kostinski dari Michigan Technological University untuk meneliti gambar-gambar dari EPIC.

Tim kecil ini berhasil mengidentifikasi kilatan cahaya misterius itu. Kilatan cahaya itu sebenarnya merupakan partikel es berbentuk horisontal di awan cirrus yang tingginya 4 hingga 8 kilometer di atmosfer. Kesimpulan tersebut telah diterbitkan dalam jurnal riset di Geophysical Research Letters.

 

Beri Komentar